Loading
Showing posts with label Renungan. Show all posts
Showing posts with label Renungan. Show all posts

Kisah Cek Kesehatan

Widya | Wednesday, October 09, 2024 |



Ah, cek kesehatan tahunan. 

Seumur hidup hanya dua kali periksa kesehatan, antara malas dan takut.  Tapi di ujung waktu menjelang masa pensiun, terlintas pikiran "sehat".....

"Wid, kalau kamu gak periksa sekarang, lalu masuk masa pensiun tiba-tiba ditemukan sakit berat gimana ?"

Dengan pikiran waras seperti itu, akhirnya cari info kesana kemari, dimana bisa periksa kesehatan memanfaatkan asuransi Jasindo, yang sudah berada di tangan selama 4 tahun.  

Bersama 4 teman, melangkah deh ke RS Abdi Waluyo, Menteng.  Kami meminta semua pemeriksaan yang kami anggap perlu, terutama untuk penyakit-penyakit kritis, jantung, paru, kandungan, payudara, otak, dan tulang.  Memang tulang termasuk kritis ?  Untukku sih iya, karena aku suka bergerak, line dance, berenang, berkarya, jalan-jalan, bermusik, semua memerlukan tulang yang sehat dan kuat.  Gak terbayangkan kalau semua kegiatan yang kucintai harus berhenti karena tulangku bermasalah.

Singkat cerita, akhirnya semua pemeriksaan aku lakukan mulai cek darah, rontgen, USG kandungan dan abdomen, CT Thorax, MRI, dan lain-lain. Sehari sebelumnya sudah puasa, ternyata sampai pemeriksaan berakhir  jam 1600 tetap puasa.....astagaaa.....lapaaaaar.....tapi sudah tanggung, mari kita selesaikan dengan gagah berani.

Seminggu kemudian, ....

Saat magis di mana kamu menukar piyama nyaman dengan gaun kertas yang sedikit tidak nyaman dan melangkah ke dunia ruang tunggu. Jujur saja—siapa yang tidak merasakan sedikit kecemasan dicampur rasa ingin tahu tentang apa yang mungkin dikatakan dokter?

Saat hari itu semakin dekat, aku mulai terjebak dalam skenario "bagaimana jika".  Namun apapun hasilnya, harus dihadapi kan....

💜💜💜

Dokter dalam.....

Bagus semua bu, tidak ada masalah besar.  Tulang belakang, tulang paha, tulang lengan semua masih di zona aman hijau....dijaga saja dengan olahraga, makanan sehat, vitamin D dan matahari.

Kandungan juga mana, hati ginjal lambung bagus. Good job Widya !

💛💛💛

Dokter jantung....

Ini gambar jantung ya bu....

Tunggu dok, ini jantung boneka ?

Bukan bu, ini jantung ibu.....

Wooooow bagus sekali ya jantung saya dok....kayak jantung contoh bahan ajar dokter.😄😄

Memang jantung ibu bagus...semua pembuluh darahnya aman...tidak ada sumbatan.

💙💙💙

Dokter otak.....

Otak ibu untuk seusia ibu sekarang bagus, seperti otak usia 40 tahun.

Eh...berarti otak bisa berubah sesuai usia dok ?

Bisa bu, otak bisa menciut sesuai usia.

Kalau saya mau otak saya tetap bagus seperti sekarang sampai mati, bisa dok ?

Bisa, dijaga....olahraga, makan dan gaya hidup sehat, latihan otak.  Main kartu, isi teka teki silang, sudoku, main catur, menari, berkarya, belajar hal baru, membaca, diskusi, istirahat cukup.

Wuidiiiiiih, kalau dipikir-pikir ulang, semua pilihan yang kulakukan dalam hidup ternyata baik.

Semua yang diperintahkan dokter sudah kulakukan bertahun-tahun, kecuali main catur.  Belakangan aku sering renang,  renang bagiku adalah cita-cita yang menjadi kenyataan.  Dulu selalu menulis olahraga pilihan renang, padahal gak bisa berenang......ternyata setelah puluhan tahun malah jadi kenyataan.

Makan sehat ? Aku gak suka ngemil, minum teh sambil makan kue bukan pilihan.  Makan kenyang lalu selesai, Gak ngemil kue.  Belakangan saja aku rajin makan buah, karena berat badan yang makin bertambah.  Minum manis ? hanya sekali, pagi, ngopi...itu kayaknya dosa yang gak bisa dihindari....😂😂

Belajar hal baru ? Sepertinya aku belajar terus, ada kelas apa saja, kalau aku tertarik pasti aku ikut, biarpun kadang aku gak pakai. Kelas perpustakaan dan literasi, hanya karena aku suka baca dan koleksi bukuku bertambah terus. Kelas crafting, kelas masak, kelas lukis, kelas nari, kelas perhiasan, kelas blogging, kelas foto, kelas video, kelas canva, kelas procreate, kelas sabun, kelas kain, kelas batik, main kolintang.  Dipakai semua ?  

Diskusi ? makanan harian, apalagi kalau ngeyel juga dimasukkan kategori diskusi.😆😆 Di sosial media juga aku memilih berteman dengan orang-orang pandai yang menulisi wallnya panjang-panjang. Macam-macam "genre"....mulai politik, parenting, arkeologi, sejarah, pendidikan, wisata, sosial, agama...lengkap. Saat anak-anak masih tinggal bersama, meja makan pagi, siang dan malam tempat kami bicara apa saja. Pembicaraan khas perempuan, yang bisa mulai dari Z kembali ke A, muter lagi ke E lalu balik lagi ke Z.....

Mulai buka mata sampai istirahat malam, tidak pernah dilewatkan hanya dengan leyeh-leyeh saja, harus bergerak, harus berpikir, harus berkarya.  Pergi kemanapun pasti bawa buku, bawa aneka pekerjaan tangan, bawa Ipad, bawa laptop, sudah seperti perempuan pekerja saja, bawaannya banyak....

Memasuki masa purna, semua harus dijaga tetap aktif, olahraga ditambah.  Menjaga kesehatan diri sendiri adalah hadiah terbaik untuk orang-orang tercinta.  


"Health is a priceless wealth, Invest while you can" -Bryant McGill



Read More
Be the first to comment!

Pandemi Corona

Widya | Monday, May 25, 2020 |
Awal tahun 2020, kabar dari Wuhan CIna, wabah baru melanda Wuhan, mengakibatkan ratusan orang harus dirawat di rumah sakit.
Tadinya berita itu hanya diterima sebagai berita biasa saja, hingga menjadi perhatian dunia, karena jumlah korban terus meningkat dan diberitakan belum ada obat yang mampu mengatasi.
Ditambah lagi, sebaran penyakit semakin luas hingga ke Eropa dan Amerika.
Wuhan sudah menetapkan lockdown total di wilayah tersebut. Beberapa negara Eropa juga memutuskan untuk lockdown.

Indonesia masih ayem saja. Di rumah malah becanda, Flu ini gak akan menyerang negeri tropis.  Dengan matahari bersinar terik, tak ada virus flu yang bertahan.  Flu hanya menjadi berat di negeri-negeri 4 musim.  Jakarta malah sibuk mengolok-ngolok gubernur Anis BaswEdan yang tak mampu mengatasi banjir.  Titik banjir yang duld berkurang di jaman Ahok, sekarang tambah berkurang, tinggal 1 titik saja, tapi luas titik itu menutup Jakarta 😂😂😂

Pertengahan Maret, ternyata ada korban Corona di Jakarta.  Korban pertama yang terdeteksi adalah ibu dan anak perempuan yang sebelumnya bertemu orang Jepang di sebuah klub. Masih tenang, hingga mendadak diberitakan korban Corona bertambah banyak.  Hampir tiap hari wa grup, sosial media dan televisi memberitakan semua yang berkaitan dengan Corona.
Tak lama pemerintah menetapkan pembatasan sosial berskala besar.
Daaaan mulailah kehebohan terjadi.....

Sekolah-sekolah tutup.   Murid belajar dari rumah.  Akibat keadaan darurat, semua keluarga melakukan homeschooling. Sesuatu yang kami lakukan dahulu hehehehehehe.  Guru dan orangtua mendadak harus menguasai internet. Mereka harus segera terbiasa dengan platform meeting virtual, yang selama ini bahkan tak mereka tahu ada.  Mau orang kaya, orang miskin, terpelajar atau kuren terpelajar, semua harus memakai internet.
Koq ya kebetulan, menteri pendidikan yang sekarang, Nadiem Makarim adalah praktisi internet, beliau adalah pioneer penemu pemilik perusahaan Go Jek. Semua urusan dengan internet sudah menjadi mainannya bertahun lalu.
Kebetulan pula presiden Jokowi baru launching Tol Langit alias internet dengan kecepatan yang lebih dahsyat dari sebelumnya.
Tuhan punya mau kaaaan.....

Ibu-ibu dan bapak-bapak pusing harus menemani anak-anak belajar dan mendampingi supaya anak-anak dapat menangkap pelajaran dari guru melalui internet.  Fungsi orangtua sebagai pendidik pertama dan terutama bagi anak-anaknya dikembalikan oleh alam.  Setelah puluhan tahun, orangtua hanya paham anak hanya belajar di sekolah, tanggung jawab pendidikan anak-anak adalah sekolah, guru dan pemerintah.  Kini oleh yang Kuasa, fungsi itu dikembalikan.  Orangtua harus bertanggung jawab penuh dan mendampingi tumbuh kembang anak melekat.
Kalimat-Kalimat....."aih ternyata jadi guru pusiiing"....."aku gak paham anak-anak belajar apa"....."sudah lupa semua pelajaran dulu"........"kapan sekolah buka, mamak mau ngopi sama teman daripada pusing dampingi anak belajar"......."sudah mau muntah aku, ikut mikir materi anakku nih" dan lain-lain.......
Aku dulu ya pusing juga sih, tapi gak mengeluh....malah jadi penasaran dan asyik....
Iklan minyak kayu putih......"buat anak kos coba-coba"....hehehehehehehe.....kalau gak dicoba gak akan tahu doooong.  Yang penting bertanggung jawab dan ada dasarnya untuk coba-coba.

Doa bersama keluarga.  Ritual ini sudah puluhan tahun tak pernah terjadi lagi.  Akibat kesibukan dan kelelahan melakukan perjalanan dari dan ke temuta kerja atau belajar.  Bulan Mei adalah bulan Maria, bulan rosario.  Entah kapan kami rosario sekeluarga. Saking lamanya sampai lupa.  Sekarang ? Setiap malam kami berempat doa rosario bersama.
Dea kena PHK karena situasi akibat corona ini.  Tista wisuda dan rencana belajar ke Malaysia tertunda juga karena corona.  Semua dibawakan dalam doa bersama. Mencoba melihat kehendak Ilahi.
Gereja juga tutup.  Sehingga sejak sebelum Paskah hingga hari ini, seluruh umat Katolik sedunia, melaksanakan misa dari rumah, melalui streaming internet atau siaran tunda.  Kami menerima komuni batin sudah hampir 2 bulan.
Kata romo, seperti keadaan umat Katolik awal dulu, yang harus beribadah sembunyi-sembunyi di bawah tanah dan menyimpan kerinduan besar untuk dapat menerima Ekaristi.
Vatikan memerintahkan demikian, maka semua greja Katolik sedunia akan melakukan hal yang sama. Kita diingatkan melalui corona ini, untuk menjadi taat pada gereja, taat pada pemerintah, seperti Yesus taat pada BapaNya.  Berat tapi harus dilakukan demi kebaikan bersama.
Diingatkan juga akan gereja Katolik yang satu, kudus dan apostolic.

Polusi berkurang sangat banyak, karena tak banyak kendaraan berlalu lalang.  Sudah lama tak meligst langit Jakarta berwarna biru. Biasanya kusam.  Tapi corona membuat kita menikmati langit biru bersih tak berawan.  Laporan dari NASA juga mengatakan lubang Ozon tertutup.  Ternyata bumi hanya memerlukan sedikit sekali waktu untuk menyembuhkan diri.  Hanya beberapa bulan saja, situasi alam berubah menajdi lebih baik.

Banyak pegawai yang harus bekerja dari rumah atau di berhentikan, karena perusahaan tak songgup lagi membayar gaji pegawai disaat gerak ekonomi terhambat.  Bekerja dari rumah dilakukan Dea sebelum Idul Fitri dan mas Agung hingga hari ini. Sepertinya menyedihkan, tetapi banyak hal terjadi dan hanya bisa terjadi kalau harus berada di rumah.
Mas Agung menemukan cintanya pada tanaman.  Hari-harinya dihabiskan mengurus anggrek, memecah-mecah anggrek, memperhatikan tanaman, dan semakin lama semakin bertambah banyak idenya. Sekarang malah belajar bikin kompos dari sampah rumah tangga.  Bonsai dan aku lagi menunggu minatnya pada hidroponik.
The garden is your kingdom, so rule it.....dan aku yang menikmati hasil indahnya saja....

Dea, mulai aktif lagi menyanyi, dan main musik. Sesuatu yang sudah lama sekali tak kulihat dia lakukan.  Dia juga yang urus Kliney.  Mudah-mudahan akan segera terkulik kemampuan lainnya.  masih ada menulis, fotografi, melukis yang menjadi kemampuannya belum terasah.

Tista, kesal dan gelisah karena harus menunda belajar. Melamar kerja tak mungkin.  Tak memiliki uang, tak bekerja dan tak belajar.  Dia mencoba untuk jualan kue.  Cheese cake dia pilih sebagai produk pertamanya.  Semua dia lakukan sendiri. Desain kemasan, desain sticker, desain iklan, foto, video, editing dan bikin kue dia kerjakan sendiri.  Termasuk meneliti ongkos kirim dan menjadi operator pengiriman.  Thanks to Go Jeknya Nadiem Makarim lagi.  Tanpa Go Jek tak kan terjadi julal menjual kue.  Dia hanya membatasi seminggu sekali pengiriman, tiap Kamis.  Animonya lumayan bagus. Ada yang ulang pesan lagi.  Aku membantunya cuci alat masak, cetak kue, dan jadi teman tukar pikuran jika terjadi kendala.  Tanpa sengaja juga mengajak eyangti Yuli dan pak Heno untuk lebih akrab dengan fasilitas kirim pada aplicais Go Jek, karena Yangti dan pak Heno yang bertemu dengan supir Go Jek dan memberikan barang sesuai alamat pemesan.
Aku lagi merayu Tista untuk jadi youtuber bareng aku.....hahahahahahahaha.....
Senang dia punya yang walau harus di rumah.

Ternyata menjadi produktif dari rumah itu bisa koq.....ya gak Tis.

Aku juga mulai mencoba mengajar online Patchwork. Untuk pemula dan khusus anggota Jalasenastri dulu. Entah pengalaman dan pelajaran apa yang akan kudapat nanti.  mari kita mulai saja langkah bayi ini.

Idul Fitri tahun ini, juga tidak seperti tahun-tahun lalu. Tidak ada kunjung-kunjungan. Sholat Ied dilakukan di rumah, dengan imam kepala keluarga masing-masing.  Aku pikir ini baik.  Para bapak dipaksa untuk menjadi pemimpin keluarga yang baik dan benar, agar apa yang dikhotbahkan sesuai dengan apa yang dilakukan.  Cara Tuhan memaksa para bapak untuk tidak bersikap semaunya, seadanya, seperlunya,  Para bapak dipaksa  untuk berusaha keras tampil sempurna dalam pikuran, ucapan dan tingkah laku.
Bagaimana bisa bapak berkhotbah untuk disiplin jika diri sendir tak disiplin ? Anak dan istri adalah orang yang paling dekat dan paling kenal.  Terhadap orang-orang terdekat tak mungkin kita bisa bicara tanpa bukti. Serangan bisa datang bertubi-tubi. hehehehehehehhe......

Corona membawa berkah dan berakt tersendiri.  Membawa pelajaran dan perubahan yang harus mampu kita lakukan.


Read More
Be the first to comment!

Menjelang 50 tahun....

Widya | Sunday, January 17, 2016 |
The purpose of life is not to be happy - but to matter, to be productive, to be useful, to have make some difference that you have lived at all.  Leo Rosten

Perjalanan liburan ke Yogya mempertemukan kami dengan bude Tien yang sudah 22 tahun tidak pernah berjumpa.  Bude Tien adalah kakak perempuan ayah mertuaku.
Pertanyaan pertamanya,...."hayo mbak tebak umur bude berapa?" sambil tersenyum rahasia.
Kami semua menatap bude Tien dan berusaha berhitung.  Kalau dilihat dari penampilan bude seperti wanita berusia 55 tahun yang baru saja memasuki usia pensiun, kerut-kerut di wajahnya halus, tak tampak flek kehitaman, geraknya masih lincah dan bicaranya masih jelas, tegas bersemangat.  Namun kalau menghitung usia seharusnya sudah di atas 75 karena ayah mertua kalau masih ada kira-kira berusia 78 an.   Tak ada yang menyahut.....
Bude dengan riang menyebut angka 80 tahun.....dan kami semua melongo dengan mulut lebar, mata kagum dan berbinar.....
Langsung lontaran pertanyaan muncul...."kok bisa eyangti tidak kelihatan tua?"...."rahasianya apa bude?'....
Bude menjawab, " gampang, yang penting tetap aktif, gembira apapun yang terjadi, bergerak, jangan pernah mau tua. Yangti tidak pernah mau merasa tua, mau tetap muda dan sehat...doakan begitu terus ya mbak...cucu2..."
Semasa mudanya bude Tien seorang bidan di Senduro, yang wilayah kerjanya cukup luas. Dengan aktifitasnya menjadi bidan, tentu saja kegiatan seminar, pelatihan, rapat kesehatan di wilayahnya selalu diikuti.  Kiriman foto terakhir yang kami terima di Facebook kemarin, bude sedang berenang di Bali....aiyaaaaaaiiii......fighting bude....!!

Pulang ke rumah, segera ambil komputer dan browsing tentang awet muda.  Siapalah yang tak mau hidup sehat dan senantiasa terlihat muda walaupun usia menanjak terus.
Dari hasil perseluncuran disebutkan bahwa orang yang aktif bergerak dan mengisi hari-harinya dengan banyak kegiatan akan jauh lebih awet muda 9 - 10 tahun daripada orang yang bermalas-malasan dan memiliki sedikit aktifitas.

Untukku sendiri, belajar dan membaca adalah hobbi...termasuk belajar mengikuti tehnologi terkini, sosial media yang bertebaran dan dipakai anak-anak, bikin blog dan tulisannya.  Motivasi gampangnya sih supaya tetap nyambung dengan anak dan cucu kelak.  Saat ucapan "wis aku iki gaptek, sudah tua soalnya" menjadi ucapan mainstream di kalangan wanita seusiaku....aku menentangnya.  Umur boleh tua tapi isi kepala jangan sampai aus.  Kalau bisa ausnya nanti saja saat masuk alam lain. Mengikuti Barbara Morris, "berpikir positif, berpikir muda dan cantik, aktif dan energik akan membuat semesta membantu dengan segala cara untuk mewujudkan pikiran kita itu."

Selain hidup sehat dan olahraga, memiliki passion dan hobbi akan memangkas 13 tahun dari usia biologis kita....uuuuh yaaa.....siapa yang tidak ingin kelihatan 13 tahun lebih mudah dan punya kegiatan yang menyenangkan ya.....?. Itu kata dr Mehmet Oz yang terkenal itu.
Hal lain yang bikin awet muda adalah selalu bekerja, belajar dan optimis.  Belajar apa saja, bekerja apa saja, selama itu menyenangkan, ayo lakukan.
Hobiku akan handicraft membawaku untuk belajar memanfaatkan you tube, pinterest dan membuatku memiliki banyak teman yang memiliki jutaan ide menarik.

Di tulisan lain bahkan menyebutkan dansa dan menari bisa membantu menyembuhkan Osteoporosis dan Alzheimer sampai kanker.  Dansa dan menari bisa dikategorikan olahraga, karena tubuh bergerak mengikuti irama.  Menari mengaktifkan semua wilayah otak, membuat tubuh lentur dan hati menjadi rileks dan bahagia, melatih pernafasan. Semua itu memicu keluarnya zat kimia endorfin dalam otak yang berguna untuk mengendalikan rasa sakit dan menimbulkan perasaan gembira.
Nah ini cocok banget dengan  hobiku yang lain....Menari......tari apa saja, kecuali balet dan street dance...hehehehehe.....  Sekarang seminggu sekali aku latihan Line Dance, dan masih menyimpan keinginan untuk Ballroom Dance ditambah tari tradisional Nusantara....
Hanya di latihan menari aku bisa memakai heels tanpa kesakitan.  Aneh tapi nyata dan aku masih mencari jawaban keanehan ini....karena untuk kegiatan sehari-hari aku pantang memakai heels....kakiku bisa kesakitan.

Semua cocok dengan pengalaman bude Tien....walaupun berbeda bentuknya tapi intinya sama....

Untukku motivasi utamanya adalah memberikan contoh pada anak-anak, bahwa umur tidak akan menghalangi kita melakukan apa saja yang kita suka jika kita tidak mengijinkannya.
Aku harap mereka akan menjadi wanita-wanita aktif, sehat, positif dan bahagia sampai mereka beranak cucu kelak.






Read More
Be the first to comment!

Cheating....Sins....

Widya | Friday, May 30, 2014 |
Ujian nasional merupakan saat yang dianggap sangat penting.  Di situ dipertaruhkan banyak hal, nama baik orangtua, nama baik guru, nama besar sekolah, kedudukan kepala dinas pendidikan dari yang paling rendah, prestasi kementerian pendidikan dan harga diri negara.  Karena demikian pentingnya, maka saat itu juga menjadi saat yang penuh tekanan untuk setiap jiwa muda manusia, karena di pundak merekalah kepentingan manusia-manusia dewasa itu diletakkan.  Bentuk penjajahan jiwa manusia.

Demi semua itu maka semua hal akan diupayakan, diusahakan mati-matian.  Pemerintah menciptakan sistem yang "steril" tidak bisa ditembus, demi mengelabuhi dunia internasional. Kepala dinas sampai orangtua murid dan muridnya berusaha menembus ke"steril"an itu sambil mengatakan bahwa ujian ini benar-benar sulit, demi menjaga gengsi supaya nampak jujur dan berintegritas.  Ibarat mata, sebelah ditutup sebelah dibuka. Pelajaran kemunafikan yang sangat nyata ditunjukkan pada jiwa muda manusia Indonesia.

Jiwa-jiwa muda itu ada yang sampai pingsan, kesurupan, sakit, melongo dan banyak hal lain yang menggambarkan jiwa tak sehat.  Sehingga hasil belajar bertahun-tahun manusia Indonesia hanya menghasilkan jiwa yang sakit.

Aku ingat ketika sulungku akan ujian SMA.  Dalam perjalanan aku memberikan Dea semangat, membangkitkan kekuatan jiwanya ketika handphoneku berdering.  Karena aku sedang mengendarai mobil, maka speaker aku hidupkan.  Seseorang diujung sana berkata....."mama Dea apakah mau kunci jawaban untuk soal ujian hari ini?"
Pertanyaan yang mengunci otak dan hati....otakku dan otak Dea, hatiku dan hati Dea.
Di satu sisi, sama seperti orangtua lain yang ingin anaknya lulus, apalagi Dea siswa homeschooling, aku merasakan tuntutan untuk membuktikan pilihanku tepat dengan kelulusan Dea nanti.  Ingin kukatakan "iya...saya mau"
Dea pun sama, dengan senyum lebar dan mata berseri dia bilang...."mau ya ma...mau ya ....please"
Kata-katanya membuatku terhenyak, seri wajahnya membuatku menimbang...
Namun pagi ini aku menyampaikan begitu banyak pelajaran moral pada Dea, begitu juga pada hari-hari yang lain....
Menatap matanya hatiku berkata..."apa yang mau aku turunkan untuk anak ini, apa yang mau aku wariskan untuknya...."
Kemudian dengan cepat aku katakan pada si penelepon..."maaf mbak, saya tidak mau jawaban ujian, biarlah Dea berusaha sendiri".
Saat itu aku merasa bisik-bisik itu lenyap....pertarungan setan dan malaikat dalam hatiku berhenti.

Dea dengan murung bersungut-sungut.  Namun aku kembali pada ceramah moralku padanya.  Mungkin dia sudah pernah dengar dan bahkan mungkin sudah sangat hafal dengan susunan kata-katanya.  Tapi harus aku ulangi lagi.
Aku memeluknya di pintu kelas, menguatkan hatinya dan mendoakan yang terbaik untukknya.
"You are my angel, pray to our Lord to help you and make you a better woman each day.  Don't let Him sad because we do a lot of sins"

Cheating is a sins....
Integritas tidak dapat dipertahankan dengan kecurangan.
Tuhan akan menolong kita dan memberikan keperluan yang kita butuhkan.


Read More
Be the first to comment!

Gereja Katolik

Widya | Sunday, February 09, 2014 |















Aku dan mas Agung terlahir dari keluarga Katolik, walaupun sebagian besar keluarga kami Muslim.  Cerita tentang bagaimana orangtua kami menjadi Katolik sangat kaya dan ajaib.  Itu cerita lain....dan akan jadi kekayaan dalam keluarga kami.  Keluarga Bhinneka Tunggal Ika.

Ketika kecil aku sempat mengalami misa dalam bahasa Latin dan menyebut imam dengan sebutan Pastor, seperti yang masih digunakan saudara-saudara kami di NTT dan sekitarnya.  Namun sejak aku dewasa, kami menyebut imam dengan sebutan Romo, mengikuti tradisi Jawa.  Baik Pastor atau Romo sama artinya dengan sebutan teman-teman Amerika yang memanggil imam dengan kata Father.  Satu hal yang ketika kecil selalu bangga aku lakukan adalah ketika mengisi kolom agama dengan menuliskan  "Katolik Roma".  Anak kecil tidak mengerti, yang ada hanya pikiran keren ada Roma-nya...hahahahahha.

Setelah sempat tinggal di Amerika, kami malah pernah kesasar ke gereja Katolik Byzantium. Karena melihat kata Katolik-nya kami yakin masuk ke gereja yang sama.  Tiba di dalam gereja ternyata kami melihat ada ketidak samaan gereja yang biasa kami datangi.  Altar tidak sama, gambar-gambar orang kudus demikian banyak di atas altar.  Namun salah masuk gereja itu sungguh karunia Tuhan, karena kami diberi kesempatan untuk mengenal Katolik yang lain.  Kami memutuskan untuk  mengikuti misa malam Natal yang lebih lama dari biasanya sampai selesai. Satu hal yang meneguhkan kami untuk tinggal adalah adanya gambar icon suci Bunda Maria. Karena hanya gereja Katolik saja yang menempatkan Maria dalam kedudukan yang khusus.

Suatu ketika tanpa sengaja kami mengadakan makan malam dengan mengundang teman dari Australia, Lebanon dan Italia.  Dan ketika kami bercakap-cakap, tanpa sengaja kami menemukan bahwa kami semua beragama Katolik dengan ritus yang berbeda.  Ada yang Katolik Roma, Katolik Maronit, Katolik Orthodox..  Woooow.....dalam hatiku aku berbisik......oh ternyata ini sebabnya kenapa dulu dan sekarang kami menuliskan agama lengkap dengan kata Roma.

Kenyataan ini membuatku menelusuri ke internet, apa persamaan dan perbedaan gereja-gereja Katolik di dunia.  Dari penelusuran di internet ternyata ada kurang lebih  22 gereja Katolik Barat dan Timur.....woooow....betapa kayanya.  Semua gereja Katolik mengakui hal-hal prinsip yang sama termasuk mengakui kedudukan Bunda Maria, namun juga memiliki perbedaan di sana sini sebagai ciri khas gereja masing-masing.

Tentang Katolik yang lain silahkan baca ke sini
Ingin website lain, silahkan ke sini
Read More
Be the first to comment!

Orang-orang Istimewa

Widya | Monday, February 03, 2014 |
Untuk banyak orang tua melahirkan anak yang tidak sempurna bukanlah sebuah impian.  Terlahir tidak sempurna juga bukan keinginan  setiap orang.
Aku selalu merasa, orangtua yang memiliki anak yang tidak sempurna adalah orang-orang istimewa pilihan Tuhan.  Orang yang terlahir tidak sempurna juga membawa pesan khusus dari Tuhan Sang Pencipta.
Tuhan tidak pernah menciptakan semuanya hanya untuk bermain-main, selalu ada maksud dan ada tujuan.

Gadis yang tidak sempurna ini memiliki ibu yang sempurna, selalu mendukung dan tidak rendah diri.  Ibu yang kuat akan memberi kekuatan khusus pada anak istimewa untuk memuliakan Allah.

Read More
Be the first to comment!

Belajar dari Katak

Widya | Saturday, January 25, 2014 |
Katak termasuk hewan dari jenis reptilia.  Reptil, ikan, amfibi, serangga termasuk hewan berdarah dingin.  Istilah ini tidak terlalu tepat, yang lebih tepat adalah Poikiloterm.
Hewan yang dapat menyesuaikan suhu tubuhnya dengan lingkungannya.
Mau tau lebih banyak silahkan berkunjung ke sini atau mau bahasa Indonesia bisa lihat di blog ini
atau googling sendiri kalau kurang banyak ya....

Katak yang mampu menyesuaikan suhu tubuh dengan lingkungannya ini, kalau dicemplungkan ke air panas, pasti akan loncat, sesuai dengan salah satu karakter hewan berdarah dingin adalah bergerak spontan dan gesit.
Namun bila katak kita letakkan di tungku dengan air dingin seperti air kolam tempatnya hidup dia akan santai berenang di situ.  Perlahan bila tungku dipanaskan, dia akan tetap berenang, sampai akhirnya terlambat disadari, tubuhnya tidak dapat lagi menahan panas air dan akhirnya mati.
Sadis ya........
Iya sadis banget....jadi jangan coba-coba lakukan ya.....
Lha koq sadis ditulis tho.....
Hehehehehehe.....

Pelajarannya bukan di cara membunuh kataknya, tapi....

Janganlah kenikmatan, keindahan, kekayaan, kekuasaan, kemudahan membuat kita terlena sehingga kita tidak lagi waspada, bahwa jalan yang kita lalui membawa kita pada jurang kematian.

Hal lain yang selalu kuingat tentang sebuah poster tentang perjalanan manusia menuju surga dan neraka.  Jalan menuju surga itu demikian sempit, sepi, tidak meriah dan menarik.  Namun jalan ke neraka, begitu lebar, terang benderang, ramai dan menyenangkan.
Di ujung kedua jalan nampak Tuhan membentangkan tangan dan setan duduk sambil tertawa senang.  Di belakang Tuhan dan setan, pemandangan berbeda.
Di belakang setan, api menyala, jurang dalam, dan tubuh (jiwa) terlempar ke dalamnya.
Di beakang Tuhan, pemandangan alam yang indah, damai dan orang-orang yang tersenyum.

Kata-kata yang pernah kubaca dan kurasakan kebenarannya, setan tidak pernah datang dalam rupa yang buruk, dia akan datang dengan bentuk yang sangat menyenangkan, bentuk seorang teman.

Silahkan menggabgung-gabungkan semuanya dan kembalilah mencari keselamatan dalam kitab suci.
Semoga Tuhan menjaga kita semua dari godaan setan dan membawa kita semua ke dalam kerajaan surga.



Read More
Be the first to comment!

Jadilah Dirimu Sendiri

Widya | Sunday, January 19, 2014 |
Seorang murid bertanya kepada Sang Guru, bagaimana ia harus menanggapi seribu orang dengan seribu komentar itu ?
Sambil tersenyum, sang Guru menunjuk pada pohon, bunga, rumput, burung dan lalu menunjuk dirinya sendiri serta muridnya.
Setelah itu tangannya menggenggam pasir kemudian pelan-pelan membuka tangannya, pasir-pasir itupun jatuh dan beterbangan dibawa angin.

Sang Guru menunjuk pohon, yang artinya pohon adalah pohon.  Bunga adalah bunga, rumput adalah rumput, burung adalah burung, guru adalah dia, sang murid adalah sang murid.  Anda adalah anda.  Saya adalah saya.  Sebelum akhirnya kita semua kembali menjadi debu yang hilang tertiup angin.

Pohon tidak akan pernah menjadi bunga.  Bunga tidak akan menjadi rumput.  Burung akan selamanya menjadi burung dan tak perlu menjadi yang lain.  Siapapun anda jadilah diri anda sendiri.

Jika anda miskin, jadilah orang miskin yang baik.
Jika anda hidup kaya, jadilah orang kaya yang baik.
Siapapun anda, cantik atau jelek, pintar atau bodoh, ningrat atau jelata, jadilah orang yang baik.

Jadilah orang yang bercinta kasih dan bijaksana, bertanggung jawab dan giat berusaha, rendah hati dan bersyukur.

Menjadi diri sendiri dengna baik adalah makna dan tujuan hidup.
Status dan kondisi hidup tidaklah penting, menjadi siapapun tidak menjadi masalah, yang penting diri anda menjadi lebih baik dan berarti bagi sesama.

(api pencerahan gereja StYohannes Penginjil)
Read More
Be the first to comment!

Share it.

Widya | Thursday, December 12, 2013 |
Suatu kali guru bahasa Inggrisku, Mrs Cindy  bercerita tentang anak semata wayangnya.

Once, when my son was 7 month old, he started to talk.  I was afraid, I called my doctor and he said it was okay...nothing was wrong with him.  And when my son was 3 years old he grabbed a book and started reading, which was something I never taught him.  It was really scary.
I don't want him to become arrogant, so  I keep reminding him about that. 
Just before he started kindergarten, I talked to him..." dear, you are very smart, and be thankful to God for it.  It is a gift from God, you take it, but you have to share your gift to other people, to your friends.  Some of your friends have other kinds of gift which you may not have.  It is all, because God give everybody different gifts.  But the most important is you have to share your gift."

Sungguh suka dengan kata-kata Cindy...

Read More
Be the first to comment!

Translate

Button

Warna Warni Perjalanan