Bergabung bersama dalam grup belajar online itu sungguh dunia yan indah, bahagia dan rame. Hampir semua memiliki cerita yang mirip-mirip, tak kan kita merasa sendiri...
Memilih kain, hampir semua galau saat memilih warna kain, semua nampak indah dan ingin dipakai tapi tahu tak mungkin. Dan semua tak mau melibatkan suami karena selera warna berbeda.....bisa-bisa acara pilih kain menjadi ladang pertengkaran dan diskusi panjang yang menurunkan mood.
Hampir semua juga memilih untuk menjahit saat suami tidur nyenyak dan lega kalau suami jauh bisa puaaaas di mesin jahit seharian, karena hampir semua suami juga ngajak ribut cemburu dan bersaing dengan kain dan mesin jahit.....
Andaikan suami mau gabung jahit mungkin lebih indah ya....hahahahahahahaha
Mas Agung juga sama, dia sih tidak protes terang-terangan, tapi selalu buka pintu kamar dan berkata, "masih disitu juga...seharian di depan mesin ?"
Sebal deh. Kesannya kegiatan bagus begini koq masih diprotes juga.
Tapi aku beruntung punya suami yang sabar dan pengertian, asaaaaaal aku mau kasih pengertian yang panjang....hehehehehehe
Satu hari harus dilewati dengan karya yang bermutu dan bermakna. Prinsip yang kubuat untuk diriku sendiri. Bisa saja sesuatu yang bermaksna itu membaca buku bagus, membuat aneka karya bagus, menulis di blog atau sosial media, atau belajar sesuatu yang baru. Andai aku pergi keluar rumah, acara pergi itu harus membawa sesuatu yang bermakna, bukan hanya sekedar makan dan jalan-jalan menghabiskan waktu, maka pergi ke tempat-tempat yang belum pernah kukunjungi menjadi ajang belajar, bertemu teman-teman baru akan kuisi dengan "wawancara" kecil, menggali apa saja yang mereka miliki. Untuk sekarang, menjahit adalah kegiatan yang aku cintai. Berkarya setiap hari membuat tidurku nyenyak karena merasa sudah melewati hari dengan produktif dan menyenangkan. Jalan-jalan ke mall atau nonton TV akan membuatku tak nyenyak tidur, menyesal karena satu hari lewat tanpa karya berarti.
Melihat karya indah yang aku hasilkan memberikan kepuasan namun sekaligus sedikit penyesalan karena tak kulakukan sejak aku masih berusia lebih muda. Seakrang terasa seerti berpacu dengan waktu. Usia yang semakin tinggi juga memberikan kesadaran bahwa tubuh manusia akan perlahan kehilangan kemampuan primanya. Aku ingin sebelum aku tak mampu lagi melihat lubang jarum, aku sudah menghasilkan banyak karya indah dan berbagi ilmu dengan orang lain.
Catatan penting untuk bidadari mama, pakailah usia muda dan energi yang banyak untuk menghasilkan karya dari semua bakat dan talenta yang kalian punya, sebelum semuanya terlambat dan tersisa penyesalan.
Adek Tista mewarisi banyak bakat mama, ayo nak gerakkan semua potensimu, jangan habiskan waktu untuk berhaha hihi dengan gawai (gadget). mama masih bisa mengajarkan dan manfaatkanlah sayangku.
Mbak Dea mewarisi banyak bakat papa yang dulu papamu tak punya kesempatan untuk mencapai puncaknya, ayo mbak asah terus, bermusiklah sampai mencipta lagu, desainlah gambar untuk dikerjakan adikmu dengan media apa saja, kalian berdua bisa kolaborasi dengan semua bakat dan talenta yang Tuhan beri.
Read More
Showing posts with label My Words. Show all posts
Showing posts with label My Words. Show all posts
Berteman Di Sosial Media
Widya |
Wednesday, February 15, 2017 |
My Words
Pilkada DKI 2017, rasa pilpres. Ada ratusan pilkada tahun ini, tapi hanya pilkada DKI yang paling menyedot perhatian. Bahkan penduduk yang tak memiliki KTP DKI dan melaksanakan pilkada di daerah masing-masing malah memperhatikan debat salon gubernur DKI dan lupa memperhatikan calon pemimpin di wilayahnya sendiri. Dari percakapan wa grup, malah ada yang cerita, peserta pilkada di wilayah Jawa Tengah menanyakan foto Ahok yang tak ada di lembar pemilu. Sema gara-gara Ahok.....😊
Di sosial media dan grup-grup chatting topik pilkada DKI menjadi topik favorit. Masing-masing pendukung menuliskan alasan-alasan sendiri. menyerang kelompok lain.
Pilkada DKI membuka semua topeng, menunjukkan wajah asli setiap individu. Sikap ramah, sopan, toleran, cerdas, berwibawa, semua luntur. Tak ada yang tahan untuk tetap bertahan dengan topeng masing-masing. Ada yang membuka topengnya dengan garang, ada yang membukanya dengan malu-malu tapi tetap bisa ditangkap maksudnya.....
Untukku, pilkada ini membantuku melakukan seleksi pertemanan. Bukan Ahok yang menjadi dåsar pemilihan teman, tapi logika berpikir, keluasan wawasan, kewarasan otak menjadi dasarnya.
Berteman di sosial media, baik pernah bertemu atau tidak pernah bertemu di dunia nyata harus membawa kebaikan dan keuntungan untukku. Untung bukan handa berarti finansial materi, tetapi untung non material juga perlu. Misalnya ilmu pengetahuan baru, ide kreatifitas baru, wawasan baru, demi menjadi manusia yang lebih baik setiap hari.
Orang-orang yang mau menang sendiri, tak memiliki logika berpikir yang bisa dipertanggung jawabkan, tak memiliki toleransi dan pengikut buta tuli pada satu sosok, layak untuk di bang dari datar teman sosial media.
Mengapa ?
Simpel, karena tak sesuai visi misi saya memiliki sosial media.
Bagaimana bila bertemu di dunia nyata ?
Sederhana, orang-orang yang tak memiliki kesamaan apapun akan sulit berteman dengan nyaman. Jadi pasti di dunia nyata juga tak akan bisa berkawan akrab. Paling top tanya bertukar sapa basa basi kemudian mencari jalannya sendiri. Feathers flocked together
Mengelilingi diri sendiri dengan orang-orang pandai, kreatif, toleran, moderat dengan keluasan wawasan dari berbagai unsur SARA adalah pilihan yang aku ambil.
Tak takut tidak memiliki teman ?
Tidak.
Karena akan selalu ada teman yang seide sepikiran dengan saya, dipelosok dunia manapun.
Read More
Be
the first to comment!
Di sosial media dan grup-grup chatting topik pilkada DKI menjadi topik favorit. Masing-masing pendukung menuliskan alasan-alasan sendiri. menyerang kelompok lain.
Pilkada DKI membuka semua topeng, menunjukkan wajah asli setiap individu. Sikap ramah, sopan, toleran, cerdas, berwibawa, semua luntur. Tak ada yang tahan untuk tetap bertahan dengan topeng masing-masing. Ada yang membuka topengnya dengan garang, ada yang membukanya dengan malu-malu tapi tetap bisa ditangkap maksudnya.....
Untukku, pilkada ini membantuku melakukan seleksi pertemanan. Bukan Ahok yang menjadi dåsar pemilihan teman, tapi logika berpikir, keluasan wawasan, kewarasan otak menjadi dasarnya.
Berteman di sosial media, baik pernah bertemu atau tidak pernah bertemu di dunia nyata harus membawa kebaikan dan keuntungan untukku. Untung bukan handa berarti finansial materi, tetapi untung non material juga perlu. Misalnya ilmu pengetahuan baru, ide kreatifitas baru, wawasan baru, demi menjadi manusia yang lebih baik setiap hari.
Orang-orang yang mau menang sendiri, tak memiliki logika berpikir yang bisa dipertanggung jawabkan, tak memiliki toleransi dan pengikut buta tuli pada satu sosok, layak untuk di bang dari datar teman sosial media.
Mengapa ?
Simpel, karena tak sesuai visi misi saya memiliki sosial media.
Bagaimana bila bertemu di dunia nyata ?
Sederhana, orang-orang yang tak memiliki kesamaan apapun akan sulit berteman dengan nyaman. Jadi pasti di dunia nyata juga tak akan bisa berkawan akrab. Paling top tanya bertukar sapa basa basi kemudian mencari jalannya sendiri. Feathers flocked together
Mengelilingi diri sendiri dengan orang-orang pandai, kreatif, toleran, moderat dengan keluasan wawasan dari berbagai unsur SARA adalah pilihan yang aku ambil.
Tak takut tidak memiliki teman ?
Tidak.
Karena akan selalu ada teman yang seide sepikiran dengan saya, dipelosok dunia manapun.
Read More
Pilkada DKI 2017 Yang Hingar Bingar
Widya |
Monday, February 13, 2017 |
My Words
Pemilihan kepala daerah (Pilkada) DKI tahun 2017 ini adalah pilkada paling ramai, paling seru dan paling sexy. Ada 100 pilkada serentak di seluruh Indonesia, namun hanya pilkada DKI yang menjadi berita sensasional tak putus di seluruh media dan sosial media. DKI Jakarta sebagai ibukota negara, mungkin menjadi pentas perdana untuk melihat kandidat presiden Indonesia berikutnya.
Petahana (istilah baru untuk incumbent, pejabat yang sedang menjabat) tahun ini adalah Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok. Politisi yang sudah pernah menjadi bupati Belitung Timur, anggota DPR RI dan menjadi gubernur DKI karena gubernur Jokowi menjadi presiden Indonesia menggantikan presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Ahok berasal dari etnis Tionghoa dan beragama Kristen, dikenal keras melawan mafia dan korupsi, bersikap jujur dan memperhatikan rakyat kecil. Karena kekeras kepalaannya melawan korupsi, suap dan gratifikasi maka musuhnya pun tak sedikit. Dari kalangaan birokrat, kalangaan politisi, preman kelas teri sampai kelas kakap, pengusaha yang merasa dirugikan dengan kebijakan-kebijakan anti suapnya. Mereka bilang ..."susah dagang sama Ahok, dia tidak bisa disuap..."
Ahok menjadi petahana yang memilih untuk maju lagi tanpa melalui mekanisme partai. Melihat hasil kerjanya dan kepribadiannya serta tekadnya untuk menjadikan Jakarta kota yang sejajar dengan kota-kota besar dunia, sambil tetap memperhatikan kaum urban, banyak sukarelawan yang berusaha membantu Ahok untuk maju melalui jalur independen. Berbulan-bulan para relawan tanpa digaji bekerja untuk mengumpulkan sejuta tanda tangan. Sejuta tanda tangan yang terkumpul itu menggentarkan partai politik, maka banyaklah partia politik yang melamarnya untuk maju melalui partai. Akhirnya Ahok memilih jalur partai tanpa syarat. Ahok akhirnya didukung oleh PDIP.
Dukungan untuk Ahok bukan hanya dari Jakarta, tapi juga dari masyarakat Indonesia di luar negeri. Mereka melakukan aksi flash mob dengan baju kotak-kotak merah dan lagu Hip Hip Hura-Hura.
Menjelang pilkada ini, lawan-lawan politiknya menempuh semua cara untuk menjatuhkannya. Video editan Buni Yani akhirnya membawa Ahok menjadi terdakwa penistaan agama. Sosial media pun ramai, antara yang pro dan kontra. Joke yang beredar, hanya Ahok yang mampu mengumpulkan jutaan orang untuk sholat subuh dan sholat Jumat dari penjuru Indonesia, mampu menyatukan JIL dan FPI....Bahkan kedua lawannya bergandengan tangan untuk melawannya.
Kedua lawannya sampai lupa bahwa mereka juga sedang bersaing memperebutkan kursi DKI.😉
Banyak pertemanan di sosial media putus karena berbeda kubu dan berbeda pendapat. Banyak tokoh ditangkap dengan tuduhan makar. Banyak demo dilakukan dengan berbagai nama. Banyak rumah ibadah berubah fungsi menjadi tempat kampanye. Ahok mewujudkan pepatah..."Pilihlah pemimpin dimana banyak anak-anak panah fitnah tertuju padanya".
Melalui mekanisme debat yang diadakan secara resmi sebanyak 3x dan disiarkan media massa, sinar Ahok semakin terang. Dia menguasai masalah dan sudah melakukan solusi pemecahan masalahnya. Kedua lawannya menjadi semakin meyakinkan belum layak menjadi DKI1. Lawan-lawannya masih berteori dan berangan-angan, Ahok sudah melakukannya. Untuk memilihnya, banyak orang yang dulu tak pernah memilih atau berada di luar negeri berduyun-duyun kembali pulang. Demi Indonesia yang lebih back.
Untukku mendukung Ahok hanya memerlukan satu alasan sederhana saja. Kalau kita peduli pada nasib orang susah dan terpinggirkan, namun kita tak memiliki kemampuan membantu mereka, maka kita titipkan nasib mereka kepada pemimpin yang peduli. Ahok adalah harapan Indonesia.
Tahun ini juga menjadi kesempatan mengikuti pemilu pertama kali bagi Tista. Namun sayang, tiket untuk kembali ke Jakarta dari Bandung tidak ada. Lain kali ya nak.
15 Februari 2017 nasib Jakarta 5 tahun ke depan ditentukan.
oh hip hip hura-hura ....hu u u aku suka dia hu u u aku jatuh cinta......
Read More
Be
the first to comment!
Petahana (istilah baru untuk incumbent, pejabat yang sedang menjabat) tahun ini adalah Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok. Politisi yang sudah pernah menjadi bupati Belitung Timur, anggota DPR RI dan menjadi gubernur DKI karena gubernur Jokowi menjadi presiden Indonesia menggantikan presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Ahok berasal dari etnis Tionghoa dan beragama Kristen, dikenal keras melawan mafia dan korupsi, bersikap jujur dan memperhatikan rakyat kecil. Karena kekeras kepalaannya melawan korupsi, suap dan gratifikasi maka musuhnya pun tak sedikit. Dari kalangaan birokrat, kalangaan politisi, preman kelas teri sampai kelas kakap, pengusaha yang merasa dirugikan dengan kebijakan-kebijakan anti suapnya. Mereka bilang ..."susah dagang sama Ahok, dia tidak bisa disuap..."
Ahok menjadi petahana yang memilih untuk maju lagi tanpa melalui mekanisme partai. Melihat hasil kerjanya dan kepribadiannya serta tekadnya untuk menjadikan Jakarta kota yang sejajar dengan kota-kota besar dunia, sambil tetap memperhatikan kaum urban, banyak sukarelawan yang berusaha membantu Ahok untuk maju melalui jalur independen. Berbulan-bulan para relawan tanpa digaji bekerja untuk mengumpulkan sejuta tanda tangan. Sejuta tanda tangan yang terkumpul itu menggentarkan partai politik, maka banyaklah partia politik yang melamarnya untuk maju melalui partai. Akhirnya Ahok memilih jalur partai tanpa syarat. Ahok akhirnya didukung oleh PDIP.
Dukungan untuk Ahok bukan hanya dari Jakarta, tapi juga dari masyarakat Indonesia di luar negeri. Mereka melakukan aksi flash mob dengan baju kotak-kotak merah dan lagu Hip Hip Hura-Hura.
Menjelang pilkada ini, lawan-lawan politiknya menempuh semua cara untuk menjatuhkannya. Video editan Buni Yani akhirnya membawa Ahok menjadi terdakwa penistaan agama. Sosial media pun ramai, antara yang pro dan kontra. Joke yang beredar, hanya Ahok yang mampu mengumpulkan jutaan orang untuk sholat subuh dan sholat Jumat dari penjuru Indonesia, mampu menyatukan JIL dan FPI....Bahkan kedua lawannya bergandengan tangan untuk melawannya.
Kedua lawannya sampai lupa bahwa mereka juga sedang bersaing memperebutkan kursi DKI.😉
Banyak pertemanan di sosial media putus karena berbeda kubu dan berbeda pendapat. Banyak tokoh ditangkap dengan tuduhan makar. Banyak demo dilakukan dengan berbagai nama. Banyak rumah ibadah berubah fungsi menjadi tempat kampanye. Ahok mewujudkan pepatah..."Pilihlah pemimpin dimana banyak anak-anak panah fitnah tertuju padanya".
Melalui mekanisme debat yang diadakan secara resmi sebanyak 3x dan disiarkan media massa, sinar Ahok semakin terang. Dia menguasai masalah dan sudah melakukan solusi pemecahan masalahnya. Kedua lawannya menjadi semakin meyakinkan belum layak menjadi DKI1. Lawan-lawannya masih berteori dan berangan-angan, Ahok sudah melakukannya. Untuk memilihnya, banyak orang yang dulu tak pernah memilih atau berada di luar negeri berduyun-duyun kembali pulang. Demi Indonesia yang lebih back.
Untukku mendukung Ahok hanya memerlukan satu alasan sederhana saja. Kalau kita peduli pada nasib orang susah dan terpinggirkan, namun kita tak memiliki kemampuan membantu mereka, maka kita titipkan nasib mereka kepada pemimpin yang peduli. Ahok adalah harapan Indonesia.
Tahun ini juga menjadi kesempatan mengikuti pemilu pertama kali bagi Tista. Namun sayang, tiket untuk kembali ke Jakarta dari Bandung tidak ada. Lain kali ya nak.
15 Februari 2017 nasib Jakarta 5 tahun ke depan ditentukan.
oh hip hip hura-hura ....hu u u aku suka dia hu u u aku jatuh cinta......
Read More
Pierce Brosnan
Widya |
Wednesday, February 05, 2014 |
My Words
.........revealed that he and Keely, who married in 2001, are still very much in love.
"She is the most beautiful woman and has been my North Star for many a day and a year now. We just celebrated 19 years of life together," he said.
"We like each other a lot, and we have the same interests and passions. We watch each other grow older and you celebrate each other. So far, so good. We look forward to the time now when the boys go off to college and she will be able to travel with me on these movies. It's very hard right now because the boys are 16 and 12."
He admitted that being able to work through issues and troubles can help a relationship.
"There's always a problem in a marriage, be it the economics of the day, the mortgage, the timing of life, not enough time, the children or the in-laws. I see my darling taking care of our boys and me, making sure I'm happy. That is such a gift, and it is something I don't take for granted," he said. I always say "I love you" to my wife everyday...it is important.
I always like him, compasionate, loving, and faithfull man.
Man who hold everything in his hand, fame, fortune, and good looking face, every point that makes all the woman's heart melt.
But that's not done like that....(he is not a common men...for sure)
He was trying to be loyal and loving his partner all the time.
I love the last phrase ... "I do not take for granted that" .... showed that he struggle it as a human and appreciate the struggles of his spouse too.
Never have a favourite actor in my life...only Pierce Brosnan....
Why we didn't meet long long time ago....?
Wkwkwkwkwkwkwk.......
Read More
Encourage, No Critic....
Widya |
Monday, February 03, 2014 |
My Words

Melihat para chef yang muda dan cantik atau ganteng beraksi di layar kaca, kadang dengan resep yang sangat sangat mudah. Mengingatkanku pada masa lalu.
Menurutku resep Barat banyak yang mudah untuk dibuat, karena resepnya sudah standart dan pasti jadi. Ada juga sih yang sulit dan sophisticated, tapi bukan pilihanku hehehehehe.....
Untuk kita di Indonesia tantangan resep Barat ada pada ketersediaan bahan dan harga yang tidak murah.
Resep masakan Indonesia lebih rumit, dengan banyak bahan dan aneka bumbu. Diolah dari bahan segar dengan perlakuan awal yang bermacam-macam. Kalau tinggal di Barat, tantangannya bertambah dari ketersediaan bahan. Tapi malah diakali dengan bumbu jadi yang dibawa dari tanah air atau beli di Asia Market. Di tanah air kita tidak pernah memasak dengan bumbu jadi....selain mahal terasa tidak sah...hahahahhaha
Untukku seperti menipu diri sendiri. I can't call myself good cook if I use the instant....
Memasak makanan dan membuat kue adalah keahlian yang sudah aku pelajari sejak usia muda. Seingatku sejak kelas 6 SD aku sudah mulai praktek masak, mencoba aneka resep. Pilihanku dari majalah Gadis dan yang terbaik Femina....resep mereka jarang gagal ....bahasaku "they are not cheating"... Ketika itu aku tinggal dengan keluargaku di Balikpapan. Aku memilih resep sendiri dan biasanya aku tertarik dengan gambar masakan yang indah. Aku tidak senang dengan gambar yang makanannya tertata terlalu rapi seperti di buku-buku masakan yang mahal....tidak mengundang selera. Indah tapi tidak sexy....seperti bintang film....cantik tapi hanya bagus dipandang... ...analog yang jauh banget yaaa
Resep yang aku pilih, aku tulis bahannya kemudian daftar belanjaan itu aku serahkan ke mama untuk dibelikan. Mama tidak pernah mengatakan ini terlalu mahal, terlalu sulit atau tidak akan ada yang mau makan. No....she always say yes to my recipe.
Papa juga seorang ayah yang sangat mendukung. Beliau selalu mau mencoba masakanku, dan tidak pernah mengatakan tidak enak. Padahal aku tahu papa tidak terlalu suka makanan Barat, papa lebih suka masakan lauk dan asli Indonesia. I love my parent.
Keahlian ini semakin terasah, sampai akhirnya urusan memasak menjadi bagianku, baik untuk kesempatan sehari-hari maupun kesempatan istimewa. Mama dan papa tidak pernah menghemat uangnya kalau aku ingin mengambil kursus-kursus masak. They always say yes. Pada usia yang cukup muda aku sudah punya pengetahuan tentang aneka bahan makanan dan manfaatnya. Hal ini sangat membantu ketika aku kuliah di Tata Boga, aku tidak perlu belajar terlalu keras, karena aku sudah banyak tahu dan aku senang dengan pilihanku. Aku juga mulai membuat masakan Indonesia. Dan ternyata sulit, sulit bahannya sulit caranya. Untuk kue tradisional, bahan yang tersedia di pasar tidak selalu bagus standarnya, juga cara membuatnya, setiap buku resep memiliki trik berbeda. Namun yang tetap teruji lumayan resep dari Femina. Kemungkinan karena bangsa kita adalah bangsa lisan, sehingga semua resep tidak ada yang diturunkan dengan tulisan tetapi dengan lisan dan terjun langsung membantu di dapur.
Ketika kuliah aku mulai menerima pesanan kue kering, aku selalu lebih berat pada membuat kue daripada memasak makanan. Siang dan malam hari aku kerja di dapur hotel. Untukku tidak ada pekerjaan yang kuinginkan selain jadi koki di hotel besar. Pekerjaan yang menyenangkan, melelahkan tapi membuatku selalu bergairah berangkat kerja. Ketika mama meminta untuk berhenti kerja dan menyelesaikan kuliahku, aku memilih mempertahankan pekerjaanku. Aku selesai kuliah lebih lambat satu semester dari teman terpandaiku, tapi aku sudah punya pekerjaan impian. Aku juga tidak mempermasalahkan gaji besar atau kecil, mungkin karena aku masih tinggal dengan orangtua. Namun kalau disuruh memilih pekerjaan bergaji besar atau menjadi koki, aku tetap memilih menjadi koki. Aku tidak mau bekerja tanpa hati yang riang dan semangat. Mungkin itu yang namanya passion, do whatever it takes, no matter what.
Sudah lama aku tidak lagi menyentuh alat-alat dapurku yang lengkap dan banyak itu. Untuk memulainya lagi sungguh sulit, tapi sudah aku niatkan, aku akan mempertebal lagi neuron memasak di otakku.
Satu hal yang pasti dalam membangun bakat minat passion, resep yang paling mujarab....jangan pernah menghina hasil karya anak-anak, limpahi pujian, terima dengan gembira. Yang belum sempurna akan menjadi sempurna karena latihan. Semangat menjalankan latihan hanya didapat dari penerimaan.
Dan itu rasanya juga berlaku untuk orang dewasa.
Kritik dan hinaan hanya akan mematahkan semangat, mematikan semuanya habis hingga ke akarnya.
My parents knows that very well, they are educated and know how to raise kids wonderfully.
Praise to the Lord. Terimakasih ma, pa....I love you Read More
Bhinneka Tunggal Ika
Widya |
Wednesday, January 22, 2014 |
My Words
Negeri luas di katulistiwa
Hijau terhampar terhampar di samudera biru
Giri menjaga menjaga kesuburan ibu pertiwi
Surya selalu tersenyum memberi semangat
Indah seperti emerald
Hutan luas, udara bumi
Berjenis satwa besar dan kecil menjaga alam
Danau dan sungai menjaga hayat
Laut biru menyimpan kekayaan dan kehidupan
Tak ada yang kurang
Orang-orang ramah yang murah senyum
Coklat, hitam, putih, kuning indah karya Tuhan
Aneka ragam budaya memberi kebijaksanaan
Adat dan tutur tak terbilang
Indonesia...
tak ada negeri lain di muka bumi seperti ini
tak ada negeri dengan keragaman sebanyak ini
ajaib...?
ya negeri ajaib seperti negeri dongeng ini untuk kita...
untuk kita yang coklat, hitam, putih dan kuning
untuk kita yang Islam, Kristen, Hindu, Budha, Konghucu dan lainnya
untuk kita yang mencintai negeri ini dengan keragamannya
negeri yang diperjuangkan supaya tetap beragam
karena keragaman membuat kita semakin kaya
karena keragaman membuat kita unik
negeri ini tidak diciptakan untuk menjadi negeri seragam
negeri ini tidak diwujudkan untuk satu golongan saja
negeri ini tidak dicitakan untuk satu suku, satu agama atau satu budaya saja
kemanakah engkau akan pergi dan melihat negeri seperti ini
tidak ada...
negeri lain sudah terpecah kecil-kecil
dengan satu agama yang sama
dengan satu suku yang sama
dengan satu warna yang sama
yang lain masih berjuang untuk menyatukan yang berbeda
mengapa kita hendak memisahkan yang sudah bersatu
mengapa kalian datang untuk menceraikan yang sudah bersama
Bhinneka Tunggal Ika....dulu, sekarang dan nanti...
Tidak diganti dan tidak terganti....
Lama sekaliiii.....?
Widya |
Wednesday, January 15, 2014 |
My Words
Menunggu....kegiatan yang paling sering membuat sebal dan jengkel orang. Menunggu untuk sebagian orang selalu bikin mati gaya mati angin.
Tidak anak-anak saja yang kalau menunggu jadi rewel, jutek, cemberut dan mood hilang. Orang dewasa juga sama saja, walau bentuk jengkelnya berbeda bentuk...
Padahal untuk hidup di jaman sekarang yang jarak tempuh antara satu tempat dengan tempat lain jauh, harga bahan bakar yang tinggi, biaya perjalanan yang tidak pernah turun...(kapan jalan tol gak bayar lagi yaaa....), pokoknya kalau bolak balik dijamin gak efisien, melelahkan tubuh dan menipiskan kantong....menunggu jadi ketrampilan tersendiri.
Larinya kemana kalau menunggu....oooh banyak sekali....
Dulu orang Indonesia terkenal kalau menunggu itu pasti langsung meraih mimpi di awan, mengkhayal dengan asyik sampai ngeceees.....dan kalau saat menunggu selesai, mimpinya terbang dan jengkel karena khayalannya ternyata lebih indah tapi harus berhenti....
Kalau menunggunya rame-rame ...uh ajang menunggu jadi ajang diskusi dengan topik bintang film yang lagi naik daun, atau teman yang sedang kesusahan atau sebaliknya sedang moncer seperti bintang kejora. Bisa juga untuk jualan demi ekonomi rumah tangga. Atau janjian ke tempat-tempat yang sedang in.... Pendek kata bisa bikin rindu kalau lama gak kumpul-kumpul deh.
Sekarang...? hampir semua orang di dunia, terlebih di kota besar punya kegiatan menunggu yang hampir mirip....asyiiik sekali dengan gadget masing-masing. Bisa seru ngobrol dengan telepon genggam masing-masing, atau gerak-gerak mengikuti permainan di komputer ringan (ipad, tablet, NDS, gameboy, dll).... padahal di sebelahnya ada teman yang bisa diajak bicara atau diajak main..tapi pilih ngobrol sama yang jauh dan main sama bayangan lebih menyenangkan.
Si jempol olahraga....
Padahal kalau dikasih waktu dan kesempatan menunggu itu bisa dipakai untuk baca buku yang bermutu, menyelesaikan tugas yang tertunda, mengerjakan prakarya yang belum selesai, olahraga di sekitar tempat menunggu, mengasah kemampuan fotografi, menulis blog atau buku atau novel atau skripsi atau tugas kantor atau menulis apa saja, merancang acara dan kegiatan, menggambar atau melukis, menulis lagu, mendesain baju atau desain apa saja, menulis resep masakan....pokoknya banyak hal yang bisa dilakukan dan bermakna plus penting.
Jadi gak ada lagi pertanyaan....."terus aku ngapain lama-lama di situ...?"
Sudah ketemu ide...kalau terpaksa harus menunggu...?
Read More
Be
the first to comment!
Tidak anak-anak saja yang kalau menunggu jadi rewel, jutek, cemberut dan mood hilang. Orang dewasa juga sama saja, walau bentuk jengkelnya berbeda bentuk...
Padahal untuk hidup di jaman sekarang yang jarak tempuh antara satu tempat dengan tempat lain jauh, harga bahan bakar yang tinggi, biaya perjalanan yang tidak pernah turun...(kapan jalan tol gak bayar lagi yaaa....), pokoknya kalau bolak balik dijamin gak efisien, melelahkan tubuh dan menipiskan kantong....menunggu jadi ketrampilan tersendiri.
Larinya kemana kalau menunggu....oooh banyak sekali....
Dulu orang Indonesia terkenal kalau menunggu itu pasti langsung meraih mimpi di awan, mengkhayal dengan asyik sampai ngeceees.....dan kalau saat menunggu selesai, mimpinya terbang dan jengkel karena khayalannya ternyata lebih indah tapi harus berhenti....
Kalau menunggunya rame-rame ...uh ajang menunggu jadi ajang diskusi dengan topik bintang film yang lagi naik daun, atau teman yang sedang kesusahan atau sebaliknya sedang moncer seperti bintang kejora. Bisa juga untuk jualan demi ekonomi rumah tangga. Atau janjian ke tempat-tempat yang sedang in.... Pendek kata bisa bikin rindu kalau lama gak kumpul-kumpul deh.
Sekarang...? hampir semua orang di dunia, terlebih di kota besar punya kegiatan menunggu yang hampir mirip....asyiiik sekali dengan gadget masing-masing. Bisa seru ngobrol dengan telepon genggam masing-masing, atau gerak-gerak mengikuti permainan di komputer ringan (ipad, tablet, NDS, gameboy, dll).... padahal di sebelahnya ada teman yang bisa diajak bicara atau diajak main..tapi pilih ngobrol sama yang jauh dan main sama bayangan lebih menyenangkan.
Si jempol olahraga....
Padahal kalau dikasih waktu dan kesempatan menunggu itu bisa dipakai untuk baca buku yang bermutu, menyelesaikan tugas yang tertunda, mengerjakan prakarya yang belum selesai, olahraga di sekitar tempat menunggu, mengasah kemampuan fotografi, menulis blog atau buku atau novel atau skripsi atau tugas kantor atau menulis apa saja, merancang acara dan kegiatan, menggambar atau melukis, menulis lagu, mendesain baju atau desain apa saja, menulis resep masakan....pokoknya banyak hal yang bisa dilakukan dan bermakna plus penting.
Jadi gak ada lagi pertanyaan....."terus aku ngapain lama-lama di situ...?"
Sudah ketemu ide...kalau terpaksa harus menunggu...?
Read More
Subscribe to:
Posts (Atom)