Seharusnya topik ini aku tulis paling awal...tapi karena waktu itu belum punya blog, ya belum ditulis. Hari ini aku baru ingat tentang buku ini karena mas Agung datang dengan si Pinky ini.
Bulan Juli tahun lalu, ketika ada pertemuan pertama dengan seluruh istri-istri siswa internasional di Ward Room, kami memperkenalkan diri masing-masing...nama, suami, anak, berasal dari negara mana... Saat itu kami duduk dalam formasi lingkaran sehingga dapat saling melihat satu sama lain.
Saat itu kami juga diberi tahu kegiatan apa saja yang akan kami lakukan. Kristen Yaw adalah istri dari direktur NCC yang memimpin jalannya pertemuan itu.
Wanita cantik yang ramah dan murah senyum....
Satu hal yang sangat membantu adalah pembagian buku bersampul merah muda dan berukuran kwarto. Tampilan fisiknya sih tidak termasuk dalam buku mahal, dicetak biasa dan dijilid dengan cara yang biasa. Tapi buku ini istimewa, karena memuat semua informasi yang memudahkan hidup di negara ini.
Informasi rumah, Informasi mobil dan syarat yang harus dipenuhi untuk dapat mengendarai mobil di Amerika, tempat parkir dan caranya.
Informasi yang tersedia di dalam lingkungan sekolah, gereja, toko, sarana olahraga, sarana rekreasi, support service (kids, teens, family), ruamh sakit, museum.
Informasi untuk anak-anak lengkap sampai ide-ide pesta untuk anak, aneka kursus, sekolah dari tingkat TK sampai University lengkap dengan contact person yang bisa dihubungi.
Informasi perjalanan di kota-kota terdekat dari Middletown dan Newport.
Informasi belanja juga ada.
Pendek kata si Pinky ini jadi manual guide yang bermanfaat untuk kami.
Tidak harus mahal tetapi lengkap dan jelas....persis orang Amerika, sederhana tapi bermutu.
Buku ini dijual dalam lingkungan sekolah, tapi untuk istri siswa internasional dibagi gratis.....enak ya....
Yang sangat terasa adalah tuan rumah memikirkan dengan detail keperluan untuk tamu-tamu internasionalnya. Tidak hanya memperhatikan siswanya namun juga memperhatikan keperluan keluarga siswanya, dengan satu maksud supaya para perwira siswa itu bisa belajar dengan tenang tanpa diberatkan dengan urusan-urusan keluarga. Remeh temeh tapi menyulitkan dan menjengkelkan.
Bayangkan kalau di tengah-tengah tugas membaca buku yang tebal berbahasa Inggris itu, suami ditanya istri tanya tempat beli baju, atau anak tanya letak restaurant Pizza Hut.....hadeuuuuuh....pasti pengin teriak dan meledak.....
Salute for you NCC people....
Read More
Washington DC
Widya |
Sunday, January 12, 2014 |
Oleh Oleh
Dapat juga kesempatan mengunjungi ibukota negara super power, Washington DC. Perjalanan menuju Washington dari kota kami tinggal sekitar 9 jam, melalui kota yang sangat terkenal di dunia, New York. Dari Middletown kami mengambil jalan urat nadi pantai Timur 95 South, karena posisi kota kami lebih ke utara. Mengandalkan GPS pinjaman, satu yang tetap kuingat, jangan sampai mengambil jalur EXIT....tetap di jalur 95 South. Memakai GPS kurasakan seperti orang buta yang pasrah dituntun orang lain, tanpa tahu dimana berada....hehehehehe.... Tapi kalau harus menunggu menguasai jalan-jalan di Amerika, mungkin kami tidak akan pernah sampai mana-mana.
Washington adalah kota pemerintahan. Di kota inilah presiden Barack Obama (presiden Amerika saat ini) tinggal, demikian juga markas besar Angkatan Bersenjata Pentagon. Kedutaan dari seluruh negara-negara di dunia juga berada di Washington DC. Menurut seorang teman, Washington DC tidak termasuk dalam salah satu negara bagian manapun, mungkin karena tempat istimewa maka kedudukkannya juga istimewa, seperti ibukota negara kita. Bagian lain di sekitar Washington DC termasuk dalam negara bagian Maryland.
Karena kami akan tinggal di tempat atase pertahanan di Bethesda, maka kami memasukkan negara bagian Maryland sebagai titik masuk di GPS.
Bangunan-bangunan di Washington DC tidak ada yang berukuran kecil. Semua ukuran raksasa, besar dan megah. Banyak museum-museum ukuran super besar di sini. Bukan hanya tampak luar yang istimewa namun isinyapun sangat istimewa. Bagiku, museum-museum di Amerika sangat memperhatikan fungsi hiburan selain fungsi pendidikan. Tidak ada museum yang membosankan. Dalam hati...."homeschooling di sini enak sekali, sumber belajarnya banyak, gratis dan indah..."
Tentang museum nanti aku tuliskan tersendiri.
Monumen Abraham Lincoln, dengan patung Abraham Lincoln sedang duduk yang sangat super besaaaar.... Di pelatarannya ada lokasi yang digunakan orang-orang Amerika yang ingin latihan pidato atau cari pengikut. Mungkin idenya mengambil dari Yunani, seperti yang kubaca dalam salah satu novel sejarah Nero dan Imperium. Orang-orang Yunani yang ingin menjadi pengacara harus belajar Orasi di lapangan terbuka dengan mulut terisi, ucapannya harus tetap jelas dan dapat didengar dari jarak yang cukup jauh... Kalau aku tidak salah, pengacara dulu disebut Orator. Nanti cerita itu di blog tentang buku yaaaa.....
Tidak jauh dari situ, terdapat Capitol Building. Sayang tidak sempat masuk ke dalamnya karena sudah senja. Menurut temanku, di dalamnya ada museum dan bioskop plus cafe. Rasanya aku harus kembali ke Washington.
Makam nasional Arlington yang terkenal, berada dekat di sekitar Monumen Abraham Lincoln. Tertata rapi seperti layaknya makam untuk orang-orang yang berjasa pada negaranya.
Perpustakaan nasional yang sangat terkenal dengan jumlah koleksi bukunya juga berada disini. Aku juga belum sempat masuk, padahal ini adalah tempat yang selalu ingin kudatangi.
Museum, perpustakaan, Capitol Building, Makam berada dalam satu wilayah. Kalau cuaca baik dan cerah, tidak terlalu dingin, aku rasa bisa ditempuh dengan berjalan kaki. Untuk parkir kendaraan cukup bermodal kemampuan memarkir kendaraan secara paralel. Tidak susah kan.
Washington, ....aku harus datang lagi. Masih banyak tempat yang belum kudatangi.
Read More
Be
the first to comment!
Washington adalah kota pemerintahan. Di kota inilah presiden Barack Obama (presiden Amerika saat ini) tinggal, demikian juga markas besar Angkatan Bersenjata Pentagon. Kedutaan dari seluruh negara-negara di dunia juga berada di Washington DC. Menurut seorang teman, Washington DC tidak termasuk dalam salah satu negara bagian manapun, mungkin karena tempat istimewa maka kedudukkannya juga istimewa, seperti ibukota negara kita. Bagian lain di sekitar Washington DC termasuk dalam negara bagian Maryland.
Karena kami akan tinggal di tempat atase pertahanan di Bethesda, maka kami memasukkan negara bagian Maryland sebagai titik masuk di GPS.
Bangunan-bangunan di Washington DC tidak ada yang berukuran kecil. Semua ukuran raksasa, besar dan megah. Banyak museum-museum ukuran super besar di sini. Bukan hanya tampak luar yang istimewa namun isinyapun sangat istimewa. Bagiku, museum-museum di Amerika sangat memperhatikan fungsi hiburan selain fungsi pendidikan. Tidak ada museum yang membosankan. Dalam hati...."homeschooling di sini enak sekali, sumber belajarnya banyak, gratis dan indah..."
Tentang museum nanti aku tuliskan tersendiri.
Monumen Abraham Lincoln, dengan patung Abraham Lincoln sedang duduk yang sangat super besaaaar.... Di pelatarannya ada lokasi yang digunakan orang-orang Amerika yang ingin latihan pidato atau cari pengikut. Mungkin idenya mengambil dari Yunani, seperti yang kubaca dalam salah satu novel sejarah Nero dan Imperium. Orang-orang Yunani yang ingin menjadi pengacara harus belajar Orasi di lapangan terbuka dengan mulut terisi, ucapannya harus tetap jelas dan dapat didengar dari jarak yang cukup jauh... Kalau aku tidak salah, pengacara dulu disebut Orator. Nanti cerita itu di blog tentang buku yaaaa.....
Tidak jauh dari situ, terdapat Capitol Building. Sayang tidak sempat masuk ke dalamnya karena sudah senja. Menurut temanku, di dalamnya ada museum dan bioskop plus cafe. Rasanya aku harus kembali ke Washington.
Makam nasional Arlington yang terkenal, berada dekat di sekitar Monumen Abraham Lincoln. Tertata rapi seperti layaknya makam untuk orang-orang yang berjasa pada negaranya.
Perpustakaan nasional yang sangat terkenal dengan jumlah koleksi bukunya juga berada disini. Aku juga belum sempat masuk, padahal ini adalah tempat yang selalu ingin kudatangi.
Museum, perpustakaan, Capitol Building, Makam berada dalam satu wilayah. Kalau cuaca baik dan cerah, tidak terlalu dingin, aku rasa bisa ditempuh dengan berjalan kaki. Untuk parkir kendaraan cukup bermodal kemampuan memarkir kendaraan secara paralel. Tidak susah kan.
Washington, ....aku harus datang lagi. Masih banyak tempat yang belum kudatangi.
Read More
MINT
Widya |
Saturday, January 11, 2014 |
Oleh Oleh
Dua malam berturut-turut dapat undangan makan malam dari teman berbeda. Undangan kamis malam dari teman UK kami, Darren n Liesl. Terletak di Annandale Terrace Newport, rumah milik kedutaan Inggris itu diatur dan diisi dengan selera Eropa, rapi dan cantik tapi tetap cozy. Teman makan malam kali ini pasangan Brian n Heather (USA), Carlsten n Charlotte (Denmark), Juan n Marcella (Chile). Sempat berbisik ke suami...."psssst....ini gak salah masangkan ya...kenapa cuma kita aja saja yang matanya gak biru, hidungnya irit, tinggi secukupnya ...."
Tapi pede sudah jadi bagian hidup....rawe rawe rantas malang malang tuntas, maju terus pantang mundur.....masuklah dengan senyum dan pamer gigi.....haaaiiii.....good evening....how are you....? siapa takut tho....
Darren n Liesl pasangan yang menyenangkan. Liesl ramah dan rame...gak pernah tersenyum sedikit....pasti lebar dan berkilau. Darren, laki laki tinggi yang sopan, rendah hati...tidak rame tapi selalu melayani pembicaraan dengan atensi yang sangat menghargai lawan bicara.
Makan malam ala British dihidangkan mereka berdua. Seperti semua teman-teman Barat, mereka biasa saling membantu karena tidak pernah memiliki asisten rumah tangga. Selalu meneyenangkan melihat pasangan-pasangan Barat kerjasama. Semua enak....tapi aku tersiksa makan dessertnya, bukan karena tidak enak tapi karena aku tidak suka makanan manis....jadi deh kue lezat itu tak bisa aku habiskan.
Undangan Jumat malam datang dari teman India, Aditya dan Kiran. Teman makan malam kami kali ini pasangan Pal Hope n Tove dari Norway dan pasangan Sheraton dan Coco dari Taiwan. Hmmm....kali ini berimbang...hehehehehe....mengingat bahasa Inggris kami yang masih harus banyak mengandalkan bahasa tubuh dan mimik muka...hehehehehehe. Tove dan Sheraton....orang-orang pintar, kritis dan lucu...dari mereka banyak topik mengalir. Aku suka kombinasi ini karena bnayak hal yang bisa aku dengar...politik, budaya, agama, sosial....semua....
Aditya, laki-laki India yang ramah dan sopan...ilmunya juga banyak. Kiran, wanita India yang tidak banyak bicara tapi tegas...satu cirinya...selalu bilang oke dengan tegas kalau mengerti maksud lawan.
Mereka juga saling membantu, ini agak keluar jalur....karena seperti kebanyakan orang Indonesia, mereka biasa memiliki asisten rumah tangga dan kepala keluarga tidak turun tangan.
Hidangan makan malam ala India, hanya ayam tandoori menjadi satu-satunya protein hewani, karena orang India tidak mengkonsumsi daging sapi. Kebanyakan masakan India berasal dari tumbuhan. Seperti kata Sheraton...."the unhealthy food is American cuisine".... ;-)
Percakapan dengan Tove dan Sheraton yang menjadi kegiatanku dan mas Agung Sabtu pagi adalah MINT. Penasaran, karena I dalam singkatan MINT itu untuk Indonesia, tapi kita yang orang Indonesia malah gak paham. Jadilah pagi ini kita berdua browsing tentang MINT.
Penasaran...? Coba buka di sini MINT .....aku berdoa semoga benar terjadi .....
Majulah Indonesia.....
English Version
Two nights in a row we have dinner invitation from different friends .
At Thursday night the invitation come from our UK friends , Darren n Liesl Houston.
Located in Annandale Terrace Newport, that British Embassy's house is arranged and filled with the taste of Europe, pretty, neat and cozy. Our dinner companions this time were Brian & Heather (USA ), Carlsten & Charlotte ( Denmark ), and Juan & Marcella (Chile ).
I whispered to my husband .... " Psssst .... is this not a mistake?... why only we were alone don't have blue eyes , little nose , and not tall ? ...." hehehehehehe
But being confident already be a part of my life .... ..... so let's go with a big smile ..... haaaiiii ..... good evening .... how are you ....?...
Darren n Liesl is a wonderful couple. Liesl is a friendly and merry person ... .... She definitely don't have a little smile, always wide and sparkling..love her smile. Darren, a tall man who is modest and humble ... He always pay attention and appreciate his friends conversation. Trully gentleman.
We have British-style dinner. Like all of our western friends , they used to help each other because they do not have a maid. It always good to see a couple working together. All meal was delicious.... unfortunatelly I couldn't finish my dessert , not because it didn't taste good, but because I never used to have sweet after meal .... Forgive me Liesl.
Friday night we came to our India friend, Aditya and Kiran. Our friends this time were the couple from Norway Pal Hope & Tove and also Sheraton and Coco from Taiwan . Hmmm .... this time was balance combination ... hehehehehe .... according to our English skill, which still rely on body language and face expression to explain our meaning... hehehehehehe.
Tove and Sheraton .... they were smart and merry people, critical and humorous ... from them we have many topics flowed. ... I can hear a lot of topics, political, cultural , religious, social .... all ....
Aditya and Pal are a friendly and polite person, they don't speak too much...
Kiran, a quiet lady who always said "okay" when she understand the conversation.
Indian-style dinner, most Indian cuisine are vegetables. Like Sheraton said .... "the unhealthy food is American cuisine " .... hahahahaha
Conversations with Tove and Sheraton are became my topic on Saturday morning. Curious, because I in MINT stands for Indonesia, but we don't know about that. So Saturday morning we browsed about MINT.
Learn more ... ? Try opening here MINT ..... I pray that does occur .....
Be
the first to comment!
Tapi pede sudah jadi bagian hidup....rawe rawe rantas malang malang tuntas, maju terus pantang mundur.....masuklah dengan senyum dan pamer gigi.....haaaiiii.....good evening....how are you....? siapa takut tho....
Darren n Liesl pasangan yang menyenangkan. Liesl ramah dan rame...gak pernah tersenyum sedikit....pasti lebar dan berkilau. Darren, laki laki tinggi yang sopan, rendah hati...tidak rame tapi selalu melayani pembicaraan dengan atensi yang sangat menghargai lawan bicara.
Makan malam ala British dihidangkan mereka berdua. Seperti semua teman-teman Barat, mereka biasa saling membantu karena tidak pernah memiliki asisten rumah tangga. Selalu meneyenangkan melihat pasangan-pasangan Barat kerjasama. Semua enak....tapi aku tersiksa makan dessertnya, bukan karena tidak enak tapi karena aku tidak suka makanan manis....jadi deh kue lezat itu tak bisa aku habiskan.
Undangan Jumat malam datang dari teman India, Aditya dan Kiran. Teman makan malam kami kali ini pasangan Pal Hope n Tove dari Norway dan pasangan Sheraton dan Coco dari Taiwan. Hmmm....kali ini berimbang...hehehehehe....mengingat bahasa Inggris kami yang masih harus banyak mengandalkan bahasa tubuh dan mimik muka...hehehehehehe. Tove dan Sheraton....orang-orang pintar, kritis dan lucu...dari mereka banyak topik mengalir. Aku suka kombinasi ini karena bnayak hal yang bisa aku dengar...politik, budaya, agama, sosial....semua....
Aditya, laki-laki India yang ramah dan sopan...ilmunya juga banyak. Kiran, wanita India yang tidak banyak bicara tapi tegas...satu cirinya...selalu bilang oke dengan tegas kalau mengerti maksud lawan.
Mereka juga saling membantu, ini agak keluar jalur....karena seperti kebanyakan orang Indonesia, mereka biasa memiliki asisten rumah tangga dan kepala keluarga tidak turun tangan.
Hidangan makan malam ala India, hanya ayam tandoori menjadi satu-satunya protein hewani, karena orang India tidak mengkonsumsi daging sapi. Kebanyakan masakan India berasal dari tumbuhan. Seperti kata Sheraton...."the unhealthy food is American cuisine".... ;-)
Percakapan dengan Tove dan Sheraton yang menjadi kegiatanku dan mas Agung Sabtu pagi adalah MINT. Penasaran, karena I dalam singkatan MINT itu untuk Indonesia, tapi kita yang orang Indonesia malah gak paham. Jadilah pagi ini kita berdua browsing tentang MINT.
Penasaran...? Coba buka di sini MINT .....aku berdoa semoga benar terjadi .....
Majulah Indonesia.....
English Version
Two nights in a row we have dinner invitation from different friends .
At Thursday night the invitation come from our UK friends , Darren n Liesl Houston.
Located in Annandale Terrace Newport, that British Embassy's house is arranged and filled with the taste of Europe, pretty, neat and cozy. Our dinner companions this time were Brian & Heather (USA ), Carlsten & Charlotte ( Denmark ), and Juan & Marcella (Chile ).
I whispered to my husband .... " Psssst .... is this not a mistake?... why only we were alone don't have blue eyes , little nose , and not tall ? ...." hehehehehehe
But being confident already be a part of my life .... ..... so let's go with a big smile ..... haaaiiii ..... good evening .... how are you ....?...
Darren n Liesl is a wonderful couple. Liesl is a friendly and merry person ... .... She definitely don't have a little smile, always wide and sparkling..love her smile. Darren, a tall man who is modest and humble ... He always pay attention and appreciate his friends conversation. Trully gentleman.
We have British-style dinner. Like all of our western friends , they used to help each other because they do not have a maid. It always good to see a couple working together. All meal was delicious.... unfortunatelly I couldn't finish my dessert , not because it didn't taste good, but because I never used to have sweet after meal .... Forgive me Liesl.
Friday night we came to our India friend, Aditya and Kiran. Our friends this time were the couple from Norway Pal Hope & Tove and also Sheraton and Coco from Taiwan . Hmmm .... this time was balance combination ... hehehehehe .... according to our English skill, which still rely on body language and face expression to explain our meaning... hehehehehehe.
Tove and Sheraton .... they were smart and merry people, critical and humorous ... from them we have many topics flowed. ... I can hear a lot of topics, political, cultural , religious, social .... all ....
Aditya and Pal are a friendly and polite person, they don't speak too much...
Kiran, a quiet lady who always said "okay" when she understand the conversation.
Indian-style dinner, most Indian cuisine are vegetables. Like Sheraton said .... "the unhealthy food is American cuisine " .... hahahahaha
Conversations with Tove and Sheraton are became my topic on Saturday morning. Curious, because I in MINT stands for Indonesia, but we don't know about that. So Saturday morning we browsed about MINT.
Learn more ... ? Try opening here MINT ..... I pray that does occur .....
Grammar mistakes are accepted...hehehehe..it is part of my English practicing...
Read More
Shamu Welcoming Military Member
Widya |
Thursday, January 02, 2014 |
Oleh Oleh
Sea World Orlando Florida, tujuan wisata hari ketiga kami di Orlando.
Sejak dari Middletown kami sudah memesan tiket masuk secara online, dan kami memakai privilege sebagai militer Amerika untuk mendapatkan tiket gratis bagi kami berempat.
Gratis...?
Ya...sebagai siswa internasional kami semua mendapatkan kartu anggota militer Amerika. Anggota militer Amerika dan keluarganya mendapatkan kesempatan untuk berwisata ke Sea World gratis sekali dalam setahun...what a privilege ?! (sambil berharap suatu saat kelak Indonesia bisa menghargai militernya sendiri).
Sambil membawa tiket online yang sudah dicetak, kami antri di loket khusus militer untuk menukarkan tiket online itu dengan tiket masuk Sea World. Di Sea World ini tas bawaan diperiksa dan tidak diperkenankan membawa makanan kecuali snack. Akhirnya nasi goreng yang sudah kami bawa harus ditinggal di mobil....hiks...hiks.....pasti tidak ada nasi di dalam....
Setelah masuk Tista mengambil map, dan kamipun menuju roller coster Manta. Hanya Dea dan Tista yang naik roller coster yang makan waktu 60 menit untuk antri. Aku dan mas Agung mempelajari map dan memberi tanda atraksi apa saja yang akan kami lihat beserta waktu pertunjukkannya.
Shamu Theatre adalah arena pertunjukkan Killer Whales atau Orca. Panggung dan akuariumnya sangat luas dan dalam. Kali ini kami mendapatkan tempat yang bagus, di tengah.
Panggungnya indah dengan layar-layar besar yang bisa berputar. Sambil menunggu pengunjung disuguhi fakta-fakta menarik tentang laut dan Killer Whale di layar raksasa. Juga disuguhi game yang memakai sms.
Menjelang pertunjukkan ada tulisan besar berisi penghargaan kepada anggota militer di layar besar, sayang aku lupa mengabadikannya dengan kamera dan handycam, karena terpesona dengan tulisan-tulisan dan pemandangan sekitar arena. Kemudian muncul seorang laki-laki yang mengungkapkan apresiasi Sea World dan Amerika kepada anggota militernya dan anggota militer asing yang sedang berada di Sea World, serta meminta semua anggota militer untuk berdiri dan menerima applause dari seluruh pengunjung. Mas Agung juga berdiri.....rasa bangga menyelimuti kami semua walaupun berada di negeri asing.
Pertunjukkan pun dimulai dengan lagu yang riang, video tentang laut dan alam, kemudian pelatih-pelatih ikan paus pun muncul bersama binatang asuhannya.
Hewan ini sangat besar, cantik dan imut. Wajahnya mirip dengan lumba-lumba yang memang sepupu jauhnya sekaligus mangsanya, sama sekali tidak menggambarkan kata pembunuh yang menyertai namanya. Berwarna hitam dan putih mulus, mereka berlompatan keluar dari air mengikuti perintah pelatihnya.
Tidak ada satupun pelatih yang berada di dalam air atau berada dekat dengan hewan-hewan cantik ini. Mereka memberikan hadiah ikan kepada paus ini dari balik kaca menggunakan ember.
Ternyata berbeda dengan pertunjukkan tahun-tahun sebelumnya, yang para pelatihnya berada di dalam air dan bersentuhan dengan hewan raksasa ini. Ini aturan baru setelah beberapa kali terjadi kecelakaan di Sea World yang menelan korban nyawa pelatih paus pembunuh ini.
Pertunjukkan juga sempat berhenti beberapa menit, dan pelatihpun meminta maaf karena hewan-hewan ini tidak dapat dipaksa. Bila mereka bosan dan tidak mau bermain, maka pelatihpun harus menunggu sampai para paus ini kembali riang dan mau mengikuti perintah pelatihnya. Memaksa para paus yang moody hanya akan mencelakakan para pelatih tersebut.
Silahkan baca hal tersebut di sini
Pertunjukkannya sangat indah, namun seharusnya binatang-binatang ini berada di laut lepas yang luas bersama keluarganya bukan berada di kolam kecil dengan kita manusia yang bukan keluarganya.......hmmmmm
Read More
Be
the first to comment!
Sejak dari Middletown kami sudah memesan tiket masuk secara online, dan kami memakai privilege sebagai militer Amerika untuk mendapatkan tiket gratis bagi kami berempat.
Gratis...?
Ya...sebagai siswa internasional kami semua mendapatkan kartu anggota militer Amerika. Anggota militer Amerika dan keluarganya mendapatkan kesempatan untuk berwisata ke Sea World gratis sekali dalam setahun...what a privilege ?! (sambil berharap suatu saat kelak Indonesia bisa menghargai militernya sendiri).
Sambil membawa tiket online yang sudah dicetak, kami antri di loket khusus militer untuk menukarkan tiket online itu dengan tiket masuk Sea World. Di Sea World ini tas bawaan diperiksa dan tidak diperkenankan membawa makanan kecuali snack. Akhirnya nasi goreng yang sudah kami bawa harus ditinggal di mobil....hiks...hiks.....pasti tidak ada nasi di dalam....
Setelah masuk Tista mengambil map, dan kamipun menuju roller coster Manta. Hanya Dea dan Tista yang naik roller coster yang makan waktu 60 menit untuk antri. Aku dan mas Agung mempelajari map dan memberi tanda atraksi apa saja yang akan kami lihat beserta waktu pertunjukkannya.
Shamu Theatre adalah arena pertunjukkan Killer Whales atau Orca. Panggung dan akuariumnya sangat luas dan dalam. Kali ini kami mendapatkan tempat yang bagus, di tengah.
Panggungnya indah dengan layar-layar besar yang bisa berputar. Sambil menunggu pengunjung disuguhi fakta-fakta menarik tentang laut dan Killer Whale di layar raksasa. Juga disuguhi game yang memakai sms.
Menjelang pertunjukkan ada tulisan besar berisi penghargaan kepada anggota militer di layar besar, sayang aku lupa mengabadikannya dengan kamera dan handycam, karena terpesona dengan tulisan-tulisan dan pemandangan sekitar arena. Kemudian muncul seorang laki-laki yang mengungkapkan apresiasi Sea World dan Amerika kepada anggota militernya dan anggota militer asing yang sedang berada di Sea World, serta meminta semua anggota militer untuk berdiri dan menerima applause dari seluruh pengunjung. Mas Agung juga berdiri.....rasa bangga menyelimuti kami semua walaupun berada di negeri asing.
Pertunjukkan pun dimulai dengan lagu yang riang, video tentang laut dan alam, kemudian pelatih-pelatih ikan paus pun muncul bersama binatang asuhannya.
Hewan ini sangat besar, cantik dan imut. Wajahnya mirip dengan lumba-lumba yang memang sepupu jauhnya sekaligus mangsanya, sama sekali tidak menggambarkan kata pembunuh yang menyertai namanya. Berwarna hitam dan putih mulus, mereka berlompatan keluar dari air mengikuti perintah pelatihnya.
Tidak ada satupun pelatih yang berada di dalam air atau berada dekat dengan hewan-hewan cantik ini. Mereka memberikan hadiah ikan kepada paus ini dari balik kaca menggunakan ember.
Ternyata berbeda dengan pertunjukkan tahun-tahun sebelumnya, yang para pelatihnya berada di dalam air dan bersentuhan dengan hewan raksasa ini. Ini aturan baru setelah beberapa kali terjadi kecelakaan di Sea World yang menelan korban nyawa pelatih paus pembunuh ini.
Pertunjukkan juga sempat berhenti beberapa menit, dan pelatihpun meminta maaf karena hewan-hewan ini tidak dapat dipaksa. Bila mereka bosan dan tidak mau bermain, maka pelatihpun harus menunggu sampai para paus ini kembali riang dan mau mengikuti perintah pelatihnya. Memaksa para paus yang moody hanya akan mencelakakan para pelatih tersebut.
Silahkan baca hal tersebut di sini
Pertunjukkannya sangat indah, namun seharusnya binatang-binatang ini berada di laut lepas yang luas bersama keluarganya bukan berada di kolam kecil dengan kita manusia yang bukan keluarganya.......hmmmmm
Read More
Holiday Trip (Washington - Orlando)
Widya |
Wednesday, January 01, 2014 |
Oleh Oleh
Perjalanan Washington ke Orlando adalah perjalanan panjang yang kami bagi dalam 2 trip. Washington - Savannah dan Savannah - Orlando.
Rute Washington - Savannah ditempuh dalam waktu 7 jam melewati berbagai negara bagian. Washington DC berada di negara bagian Maryland. Dari situ melewati Virginia, North Carolina, South Carolina, Georgia melalui rute 95 South. Savannah berada di negara bagian Georgia.
Seperti biasa jalan-jalan yang kami tempuh lebar-lebar kecuali Georgia. Di bagian ini jalan hanya memiliki 2 jalur saja.
Pemandangan pun berbeda, dengan banyak pertanian, creek, sungai-sungai lebar, delta sungai dan hutan cemara di sisi kiri kanan. Sungai-sungai itu pasti banyak ikannya.....
Bagian selatan ini terkenal dengan masakan yang serba digoreng dan es teh manis.
Sepanjang perjalanan menuju Savannah hujan terus mengguyur bumi, udara dan angin dingin menyejukkan. Kami tidak harus memakai heater dalam kendaraan.
Di sepanjang jalan banyak rest area. Sistem jalan di Amerika nyaman, aman dan mudah diikuti. Pompa bensin, restaurant dan rest area selalu memiliki petunjuk yang jelas dan tidak berada jauh dari jalan bebas hambatan. Rest area hanya menyediakan fasilitas toilet bersih dan food/beverage vending machine. Makanan bisa di dapat di stasiun pompa bensin atau restaurant yang berada di area berbeda dengan rest area.
Jalur rest area juga selalu terbagi dua untuk kendaraan roda empat dan RV/truk. Tempat parkirnya berbeda.
Rest area di Amerika juga ramah orang tua dengan kursi roda dan hewan.
Untuk hewan ada alat yang menyediakan plastik-plastik untuk membuang kotoran anjing. Orang Amerika banyak yang membawa anjingnya bepergian.
Semua terpelihara bersih, nyaman dan aman.
Stasiun pompa bensin dari jauh-jauh sudah memasang harga bensin dan solar dengan tulisan yang besar dan jelas, sehingga pengemudi kendaraan bisa memilih stasiun mana yang akan dituju. Di sini harga bensin tidak sama antara satu stasiun dengan stasiun lain. Ini mungkin yang disebut ekonomi kapitalis. Pemilik pompa berhak menentukan sendiri harga bensinnya, namun tidak boleh menipu warga. Mereka harus memasang harga bensin di stasiunnya dengan tulisan yang besar dan jelas. Harga solar di Amerika lebih mahal daripada harga bensin. Pompanya pun berbeda warna dan berbeda lokasi. Harga bahan bakar di Amerika juga berbeda setiap hari, juga berbeda untuk setiap negara bagian. Ada negara bagian yang lebih mahal, ada yang lebih murah. Namun semua tetap ditentukan pemilik pompa bensin, bukan ditentukan pemerintah dan seragam setiap SPBU...kita bisa memilih yang sesuai ukuran kantong.
Fasilitas lodging (penginapan) juga banyak di sepanjang jalan bebas hambatan 95 South, mereka juga memasang harganya dengan besar dan jelas dilihat. Bagi yang merasa lelah dan ingin tinggal semalam di kota-kota yang dilewati, bisa mudah keluar dari jalan bebas hambatan ini. Petunjuk yang dipasang sangat mudah dibaca dan dimengerti bahkan bagi orang yang baru pertama kali berpesiar di Amerika. Penginapan-penginapan murah ini berada tidak jauh dari jalan bebas hambatan. Fasilitas standart mereka adalah makan pagi, tempat tidur twin yang besar atau single, bath tub, shower, microwave, hair dryer, ac/heater, tv, coffee maker. Lumayan kan...
Jarak pompa bensin, restauran, lodging, dan rest area di 95 South ini tidak berjauhan. Kalau kita terlewat satu exit kita akan menemukan exit berikutnya pada jarak yang tidak mengkhawatirkan. Bila rest area tertentu adalah rest area terakhir sebelum jarak tertentu, kita akan membacanya pada pengumuman besar di pinggir jalan. Di Amerika kebiasaan membaca petunjuk atau tulisan-tulisan di pinggir jalan sangat berarti, karena semuanya sesuai dengan yang sudah dituliskan.
Pada jalan raya, bila suatu jalur akan berakhir maka akan ada petunjuk pada jalur tersebut yang membuat pengemudi dapat siap-siap pindah jalur sejak jarak yang memadai. Misalkan pada jalan yang memiliki 4 jalur dan akan menjadi 3 jalur pada jarak tertentu di depan, maka pada jarak yang sangat jauh dan memadai sebelum jalan mengecil, pada jalur keempat akan ada panah besar menunjuk ke kiri dengan tulisan "lane end" dan tulisan "merge". Kebiasaan pengemudi Amerika yang akan memberikan jalan pada mobil yang sudah memberikan tanda lampu akan berpindah jalur juga membuat mengemudi menjadi aman dan mudah, walau kecepatan di jalan-jalan bebas hambatan rata-rata 100km/jam.
Dari Savannah di negara bagian Georgia kami menempuh 4 jam perjalanan menuju Orlando di negara bagian Florida. Di Florida beberapa minggu sebelumnya suhu sangat tropis, 28 derajat Celcius dan berkeringat. Namun selama kami di Florida suhu dan cuaca sangat bersahabat untuk melakukan jalan kaki berjam-jam. Matahari cerah namun angin sejuk cenderung dingin. Anak-anak yang sudah menyiapkan baju-baju tropis tidak bisa menggunakannya....tetap harus pakai jaket tipis.
Florida negara bagian yang sangat ramai pada musim libur Natal dan akhir tahun. Semua hotel terisi dan jalan-jalannya penuh kendaraan-kendaraan yang berasal dari negara-negara bagian lain.
Akhirnya kamipun tiba di hotel Super8 Orlando. Hotel ini terletak tidak jauh dari DisneyWorld, dari Universal Studios dan dari Sea World. Berada di sekitar hotel-hotel lain. Hotel juga menyediakan shuttle ke tempat-tempat wisata tersebut.
Pilihan yang tepat untuk liburan kami ini didapat dari Booking.com. Suatu cara booking hotel online yang juga merupakan hal baru untuk kami dan ternyata menyenangkan. Ini adalah proses belajar kami hidup di dunia digital dengan gaya belanja online.
Booking.com menyediakan pilihan kota, pilihan harga, pilihan kamar, pilihan waktu.
Petualangan baru di tujuan wisata internasional ......
Read More
Be
the first to comment!
Rute Washington - Savannah ditempuh dalam waktu 7 jam melewati berbagai negara bagian. Washington DC berada di negara bagian Maryland. Dari situ melewati Virginia, North Carolina, South Carolina, Georgia melalui rute 95 South. Savannah berada di negara bagian Georgia.
Seperti biasa jalan-jalan yang kami tempuh lebar-lebar kecuali Georgia. Di bagian ini jalan hanya memiliki 2 jalur saja.
Pemandangan pun berbeda, dengan banyak pertanian, creek, sungai-sungai lebar, delta sungai dan hutan cemara di sisi kiri kanan. Sungai-sungai itu pasti banyak ikannya.....
Bagian selatan ini terkenal dengan masakan yang serba digoreng dan es teh manis.
Sepanjang perjalanan menuju Savannah hujan terus mengguyur bumi, udara dan angin dingin menyejukkan. Kami tidak harus memakai heater dalam kendaraan.
Di sepanjang jalan banyak rest area. Sistem jalan di Amerika nyaman, aman dan mudah diikuti. Pompa bensin, restaurant dan rest area selalu memiliki petunjuk yang jelas dan tidak berada jauh dari jalan bebas hambatan. Rest area hanya menyediakan fasilitas toilet bersih dan food/beverage vending machine. Makanan bisa di dapat di stasiun pompa bensin atau restaurant yang berada di area berbeda dengan rest area.
Jalur rest area juga selalu terbagi dua untuk kendaraan roda empat dan RV/truk. Tempat parkirnya berbeda.
Rest area di Amerika juga ramah orang tua dengan kursi roda dan hewan.
Untuk hewan ada alat yang menyediakan plastik-plastik untuk membuang kotoran anjing. Orang Amerika banyak yang membawa anjingnya bepergian.
Semua terpelihara bersih, nyaman dan aman.
Stasiun pompa bensin dari jauh-jauh sudah memasang harga bensin dan solar dengan tulisan yang besar dan jelas, sehingga pengemudi kendaraan bisa memilih stasiun mana yang akan dituju. Di sini harga bensin tidak sama antara satu stasiun dengan stasiun lain. Ini mungkin yang disebut ekonomi kapitalis. Pemilik pompa berhak menentukan sendiri harga bensinnya, namun tidak boleh menipu warga. Mereka harus memasang harga bensin di stasiunnya dengan tulisan yang besar dan jelas. Harga solar di Amerika lebih mahal daripada harga bensin. Pompanya pun berbeda warna dan berbeda lokasi. Harga bahan bakar di Amerika juga berbeda setiap hari, juga berbeda untuk setiap negara bagian. Ada negara bagian yang lebih mahal, ada yang lebih murah. Namun semua tetap ditentukan pemilik pompa bensin, bukan ditentukan pemerintah dan seragam setiap SPBU...kita bisa memilih yang sesuai ukuran kantong.
Fasilitas lodging (penginapan) juga banyak di sepanjang jalan bebas hambatan 95 South, mereka juga memasang harganya dengan besar dan jelas dilihat. Bagi yang merasa lelah dan ingin tinggal semalam di kota-kota yang dilewati, bisa mudah keluar dari jalan bebas hambatan ini. Petunjuk yang dipasang sangat mudah dibaca dan dimengerti bahkan bagi orang yang baru pertama kali berpesiar di Amerika. Penginapan-penginapan murah ini berada tidak jauh dari jalan bebas hambatan. Fasilitas standart mereka adalah makan pagi, tempat tidur twin yang besar atau single, bath tub, shower, microwave, hair dryer, ac/heater, tv, coffee maker. Lumayan kan...
Jarak pompa bensin, restauran, lodging, dan rest area di 95 South ini tidak berjauhan. Kalau kita terlewat satu exit kita akan menemukan exit berikutnya pada jarak yang tidak mengkhawatirkan. Bila rest area tertentu adalah rest area terakhir sebelum jarak tertentu, kita akan membacanya pada pengumuman besar di pinggir jalan. Di Amerika kebiasaan membaca petunjuk atau tulisan-tulisan di pinggir jalan sangat berarti, karena semuanya sesuai dengan yang sudah dituliskan.
Pada jalan raya, bila suatu jalur akan berakhir maka akan ada petunjuk pada jalur tersebut yang membuat pengemudi dapat siap-siap pindah jalur sejak jarak yang memadai. Misalkan pada jalan yang memiliki 4 jalur dan akan menjadi 3 jalur pada jarak tertentu di depan, maka pada jarak yang sangat jauh dan memadai sebelum jalan mengecil, pada jalur keempat akan ada panah besar menunjuk ke kiri dengan tulisan "lane end" dan tulisan "merge". Kebiasaan pengemudi Amerika yang akan memberikan jalan pada mobil yang sudah memberikan tanda lampu akan berpindah jalur juga membuat mengemudi menjadi aman dan mudah, walau kecepatan di jalan-jalan bebas hambatan rata-rata 100km/jam.
Dari Savannah di negara bagian Georgia kami menempuh 4 jam perjalanan menuju Orlando di negara bagian Florida. Di Florida beberapa minggu sebelumnya suhu sangat tropis, 28 derajat Celcius dan berkeringat. Namun selama kami di Florida suhu dan cuaca sangat bersahabat untuk melakukan jalan kaki berjam-jam. Matahari cerah namun angin sejuk cenderung dingin. Anak-anak yang sudah menyiapkan baju-baju tropis tidak bisa menggunakannya....tetap harus pakai jaket tipis.
Florida negara bagian yang sangat ramai pada musim libur Natal dan akhir tahun. Semua hotel terisi dan jalan-jalannya penuh kendaraan-kendaraan yang berasal dari negara-negara bagian lain.
Akhirnya kamipun tiba di hotel Super8 Orlando. Hotel ini terletak tidak jauh dari DisneyWorld, dari Universal Studios dan dari Sea World. Berada di sekitar hotel-hotel lain. Hotel juga menyediakan shuttle ke tempat-tempat wisata tersebut.
Pilihan yang tepat untuk liburan kami ini didapat dari Booking.com. Suatu cara booking hotel online yang juga merupakan hal baru untuk kami dan ternyata menyenangkan. Ini adalah proses belajar kami hidup di dunia digital dengan gaya belanja online.
Booking.com menyediakan pilihan kota, pilihan harga, pilihan kamar, pilihan waktu.
Petualangan baru di tujuan wisata internasional ......
Read More
Happy New Year
Widya |
Wednesday, January 01, 2014 |
Keluarga
Banyak peristiwa sudah terlalui sepanjang 2013.
Akhir tahun 2012 (Nov 20) mas Agung menyelesaikan pendidikan 9 bulannya di Sesko TNI Bandung. Setiap week-end mas Agung kembali ke Jakarta dan kamipun hafal dengan rasa masakan restoran Bakmi Golek Cibubur yang menjadi tempat rendevouz dengan teman yang memiliki mobil untuk kembali ke Bandung, sampai terucap...."tidak akan ke Bakmi Golek lagi setahun....wis mblenek...." hehehehehehe.
Setelah dijalani ya akhirnya selesai dengan baik juga, Puji Tuhan.
Awal tahun 2013 kami disibukkan dengan urusan rumah baru yang tak kunjung selesai walaupun sudah hampir setahun lebih dibangun, bersaing dengan lama waktu pembangunan mall Cibubur yang baru milik Ciputra Group....
Bertujuh dengan Dolfi sekeluarga kami menempati rumah lama yang terasa sempit karena tubuh keluarga Dolfi juga besar-besar. Bersaing merebutkan ruang dengan dus-dus yang belum bisa dibongkar karena tidak ada tempat. Wis kayak pengungsi tenanan.....
Namun akhirnya kamipun masuk rumah baru yang lebih besar dan memang terasa besar karena kami tidak punya perabot pada bulan Maret 2013. Puji Tuhan..
Tahun 2013 juga aku lupa tanggal dan bulannya, Dea di terima di London School. Urusan administrasi dan open house London School semakin menguatkan pilihanku dan Dea untuk meneruskan menggali ilmu di LSPR.
Tista juga menyelesaikan ujian SMPnya di SMP PGRI Ciputat dengan nilai yang baik. Urusan pendidikan anak-anak juga berlalu dengan lancar. Puji Tuhan
Tengah tahun 2013, kabar baik dan kabar buruk. Bertepatan dengan kesibukkan kami mempersiapkan keberangkatan ke Amerika karena mas Agung ternyata mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan setingkat Lemhanas di NCC, Naval War College, Rhode Island USA, kami juga harus bersedih dengan kecelakaan lalu lintas yang menimpa Kristin.
Sekolah di hot-seat every navy officer around the world want membanggakan dan menyenangkan. Dari tuturan teman-teman internasional dan direktur sekolah, pendidikan ini menjadi idaman setiap perwira di negara masing-masing, dan para perwira Angkatan Laut Amerika. Berusia tua dengan program studi yang sangat baik membuat pendidikan di sini diakui oleh berbagai negara. Membanggakan keluarga besar kami, mas Agung bisa mendapatkan kesempatan belajar di sini.
Menyenangkan, karena ini kesempatan bagi aku dan anak-anak untuk bisa merasakan kehidupan dan pengalaman di negeri adidaya, yang pasti juga menjadi negara tujuan dalam mimpi setiap orang untuk bisa mengunjungi. Dan kami memiliki kesempatan 11 bulan tinggal dan melihat negeri besar dan super power ini. Puji Tuhan.
Kristin adalah adik ipar kami nomer tiga, memiliki wajah dan postur menarik sebagai anggota Korps Wanita Angkatan Laut Indonesia, bersuara indah karena dia penyanyi dari Surabaya yang pernah ke Jepang sebagai hadiah kemenangan mengikuti lomba menyanyi di kotanya. Kristin dan Punjung memiliki 2 anak perempuan yang masih muda, Vanda duduk di kelas 5 SD dan Ocha yang baru akan masuk TK. Kristin, wanita yang banyak tersenyum, renyah tertawa membuat keluarga besar kami terasa lengkap dangan canda dan lagu. Dia juga ibu yang tergolong sabar menghadapi putri-putrinya...terutama kalau dibandingkan dengan diriku... :-)
Kristin mengalami kecelakaan motor ketika mencari susu untuk Ocha. Motornya tersenggol motor lain.
Mas Agung dan dik Punjung membawa Kristin ke RSAL Mintohardjo. Kristin koma selama 3 hari.
23 Juli 2013, jam 03.00 dini hari telepon mas Agung berdering, dan putus. Tak lama telponku berdering dan dengan cepat kusambar....di ujung aku hanya mendengar teriakan dik Punjung menyebut namaku dan Kristin. Tanpa banyak kata aku menutup telpon dan segera berkemas ke Rumah Sakit. Kebetulan mama papa tidur di rumah. Aku menitipkan urusan packing yang belum selesai pada mama, dan kamipun berangkat ke RS dalam diam.
Kristin pergi mengahdap Bapa di surga di hari yang sama ketika kami juga harus terbang ke Amerika pada malam harinya.
Dalam kedukaan kami tetap bersyukur karena memiliki kesempatan mengurusnya hingga akhir. Memandikan, mendoakan dalam misa arwah sebelum ke makam, mendampingin dik Punjung menerima tamu-tamu pembesar angkatan laut.
Semoga engkau bahagia di surga dik. Kami mencintai dan merindukanmu selalu.
Pukul 20.00 kami berangkat ke Amerika diantar mama papa n Anton.
Amerika, negeri baru. Mas Agung mulai belajar, bertemu teman baru. Tista mendapat pengalaman belajar di SMA negeri Middletown, Dea bekerja di Commisary.
Bertemu dengan om dan tante yang lama tidak jumpa, berjumpa dengan sepupu yang sudah lama tinggal di Amerika. Mengenal budaya dan kebiasaan-kebiasaan baru. Belajar knitting dan patchwork dengan orang-orang tua yang murah hati dan hangat.
Puji Tuhan.
Akhir tahun kami merayakan Natal dengan misa malam Natal di gereja Katholik ritus Timur, sungguh kekayaan rohani baru yang memperkaya pengetahuan kami. Liburan di taman hiburan paling terkenal di seluruh dunia Disney World Orlando, Sea World Orlando dan Universal Studios Orlando. Mengendarai kendaraan Kia Sedona 2005 dengan light engine yang terus menyala, melewati perbatasan 5 negara bagian. Tidur dalam dingin di rest area sekitar Savannah. Mengunjungi museum yang sungguh spektakuler, monumen Abraham Lincoln, Capitol House dan kantor kedutaan Indonesia di Washington DC. Bertemu dengan dubes Indonesia Bpk Dinno Patti Jalal yang terkenal, berkenalan dengan mas Helmi Johanes penyiar VOA yang ngetop sekeluarga.
Dan akhirnya kami menutup 2013 di rumah athan Indonesia Brigjen TNI Witjaksono, dapat kenang-kenangan sanggul dan tas batik....(terimakasih ibu Etti).
Walaupun kondisi Dea dan mas Agung tidak terlalu sehat karena terserang batuk dan masuk angin tapi kami sungguh bersyukur karena Tuhan sudah begitu baik dan selalu menyertai perjalanan kami hingga hari ini.
Semoga tahun 2014 akan menjadi tahun yang membawa berkat dan anugerah lain untuk kami, untuk keluarga besar kami, untuk teman-teman dan sahabat kami dan untuk bangsa kami Indonesa.
HAPPY NEW YEAR 2014......
Read More
Be
the first to comment!
Akhir tahun 2012 (Nov 20) mas Agung menyelesaikan pendidikan 9 bulannya di Sesko TNI Bandung. Setiap week-end mas Agung kembali ke Jakarta dan kamipun hafal dengan rasa masakan restoran Bakmi Golek Cibubur yang menjadi tempat rendevouz dengan teman yang memiliki mobil untuk kembali ke Bandung, sampai terucap...."tidak akan ke Bakmi Golek lagi setahun....wis mblenek...." hehehehehehe.
Setelah dijalani ya akhirnya selesai dengan baik juga, Puji Tuhan.
Awal tahun 2013 kami disibukkan dengan urusan rumah baru yang tak kunjung selesai walaupun sudah hampir setahun lebih dibangun, bersaing dengan lama waktu pembangunan mall Cibubur yang baru milik Ciputra Group....
Bertujuh dengan Dolfi sekeluarga kami menempati rumah lama yang terasa sempit karena tubuh keluarga Dolfi juga besar-besar. Bersaing merebutkan ruang dengan dus-dus yang belum bisa dibongkar karena tidak ada tempat. Wis kayak pengungsi tenanan.....
Namun akhirnya kamipun masuk rumah baru yang lebih besar dan memang terasa besar karena kami tidak punya perabot pada bulan Maret 2013. Puji Tuhan..
Tahun 2013 juga aku lupa tanggal dan bulannya, Dea di terima di London School. Urusan administrasi dan open house London School semakin menguatkan pilihanku dan Dea untuk meneruskan menggali ilmu di LSPR.
Tista juga menyelesaikan ujian SMPnya di SMP PGRI Ciputat dengan nilai yang baik. Urusan pendidikan anak-anak juga berlalu dengan lancar. Puji Tuhan
Tengah tahun 2013, kabar baik dan kabar buruk. Bertepatan dengan kesibukkan kami mempersiapkan keberangkatan ke Amerika karena mas Agung ternyata mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan setingkat Lemhanas di NCC, Naval War College, Rhode Island USA, kami juga harus bersedih dengan kecelakaan lalu lintas yang menimpa Kristin.
Sekolah di hot-seat every navy officer around the world want membanggakan dan menyenangkan. Dari tuturan teman-teman internasional dan direktur sekolah, pendidikan ini menjadi idaman setiap perwira di negara masing-masing, dan para perwira Angkatan Laut Amerika. Berusia tua dengan program studi yang sangat baik membuat pendidikan di sini diakui oleh berbagai negara. Membanggakan keluarga besar kami, mas Agung bisa mendapatkan kesempatan belajar di sini.
Menyenangkan, karena ini kesempatan bagi aku dan anak-anak untuk bisa merasakan kehidupan dan pengalaman di negeri adidaya, yang pasti juga menjadi negara tujuan dalam mimpi setiap orang untuk bisa mengunjungi. Dan kami memiliki kesempatan 11 bulan tinggal dan melihat negeri besar dan super power ini. Puji Tuhan.
Kristin adalah adik ipar kami nomer tiga, memiliki wajah dan postur menarik sebagai anggota Korps Wanita Angkatan Laut Indonesia, bersuara indah karena dia penyanyi dari Surabaya yang pernah ke Jepang sebagai hadiah kemenangan mengikuti lomba menyanyi di kotanya. Kristin dan Punjung memiliki 2 anak perempuan yang masih muda, Vanda duduk di kelas 5 SD dan Ocha yang baru akan masuk TK. Kristin, wanita yang banyak tersenyum, renyah tertawa membuat keluarga besar kami terasa lengkap dangan canda dan lagu. Dia juga ibu yang tergolong sabar menghadapi putri-putrinya...terutama kalau dibandingkan dengan diriku... :-)
Kristin mengalami kecelakaan motor ketika mencari susu untuk Ocha. Motornya tersenggol motor lain.
Mas Agung dan dik Punjung membawa Kristin ke RSAL Mintohardjo. Kristin koma selama 3 hari.
23 Juli 2013, jam 03.00 dini hari telepon mas Agung berdering, dan putus. Tak lama telponku berdering dan dengan cepat kusambar....di ujung aku hanya mendengar teriakan dik Punjung menyebut namaku dan Kristin. Tanpa banyak kata aku menutup telpon dan segera berkemas ke Rumah Sakit. Kebetulan mama papa tidur di rumah. Aku menitipkan urusan packing yang belum selesai pada mama, dan kamipun berangkat ke RS dalam diam.
Kristin pergi mengahdap Bapa di surga di hari yang sama ketika kami juga harus terbang ke Amerika pada malam harinya.
Dalam kedukaan kami tetap bersyukur karena memiliki kesempatan mengurusnya hingga akhir. Memandikan, mendoakan dalam misa arwah sebelum ke makam, mendampingin dik Punjung menerima tamu-tamu pembesar angkatan laut.
Semoga engkau bahagia di surga dik. Kami mencintai dan merindukanmu selalu.
Pukul 20.00 kami berangkat ke Amerika diantar mama papa n Anton.
Amerika, negeri baru. Mas Agung mulai belajar, bertemu teman baru. Tista mendapat pengalaman belajar di SMA negeri Middletown, Dea bekerja di Commisary.
Bertemu dengan om dan tante yang lama tidak jumpa, berjumpa dengan sepupu yang sudah lama tinggal di Amerika. Mengenal budaya dan kebiasaan-kebiasaan baru. Belajar knitting dan patchwork dengan orang-orang tua yang murah hati dan hangat.
Puji Tuhan.
Akhir tahun kami merayakan Natal dengan misa malam Natal di gereja Katholik ritus Timur, sungguh kekayaan rohani baru yang memperkaya pengetahuan kami. Liburan di taman hiburan paling terkenal di seluruh dunia Disney World Orlando, Sea World Orlando dan Universal Studios Orlando. Mengendarai kendaraan Kia Sedona 2005 dengan light engine yang terus menyala, melewati perbatasan 5 negara bagian. Tidur dalam dingin di rest area sekitar Savannah. Mengunjungi museum yang sungguh spektakuler, monumen Abraham Lincoln, Capitol House dan kantor kedutaan Indonesia di Washington DC. Bertemu dengan dubes Indonesia Bpk Dinno Patti Jalal yang terkenal, berkenalan dengan mas Helmi Johanes penyiar VOA yang ngetop sekeluarga.
Dan akhirnya kami menutup 2013 di rumah athan Indonesia Brigjen TNI Witjaksono, dapat kenang-kenangan sanggul dan tas batik....(terimakasih ibu Etti).
Walaupun kondisi Dea dan mas Agung tidak terlalu sehat karena terserang batuk dan masuk angin tapi kami sungguh bersyukur karena Tuhan sudah begitu baik dan selalu menyertai perjalanan kami hingga hari ini.
Semoga tahun 2014 akan menjadi tahun yang membawa berkat dan anugerah lain untuk kami, untuk keluarga besar kami, untuk teman-teman dan sahabat kami dan untuk bangsa kami Indonesa.
HAPPY NEW YEAR 2014......
Read More
Subscribe to:
Posts (Atom)