Loading

Rabu Abu Sebagai Awal Puasa Katolik

Widya | Monday, March 30, 2026 |


Orang Katolik puasa ?  Oh orang Katolik juga puasa ya ?  Berapa lama masa puasanya ?  Bagaimana aturannya ?

Ya, orang Katolik juga berpuasa.  Lama masa puasanya 40 hari.  Mengapa berpuasa 40 hari ?  jawabannya ada pada teladan orang kudus yang ditulis di kitab suci. Musa berpuasa 40 hari sebelum menerima 10 perintah Allah, nabi Elia  juga berpuasa 40 hari.  Yesus sendiri berpuasa 40 hari di padang gurun sebelum memulai pewartaanNya.  Dalam kitab Didache yang berisi ajaran 12 rasul, disebutkan pengikut Yesus mula-mula berpantang dan berpuasa pada hari Rabu dan Jumat.  Tradisi berpuasa umat gereja awal ini kemudian diresmikan oleh Paus Gregorius Agung pada abad 6M, sebagai warisan tradisi para kudus di gereja Katolik yang terus dilakukan hingga hari ini.

Kapan mulai puasa ? Rabu Abu adalah hari pertama puasa.  Pada hari ini, umat Katolik menerima abu di dahi sebagai tanda tobat dan mulai masa puasa.  Abu dalam tradisi gereja Katolik melambangkan kefanaan manusia, "sebab engkau debu dan akan kembali menjadi debu ; kejadian 3:19."  Abu yang dipakai adalah abu dari pembakaran daun palma kering yang diberkati  pada Minggu Palma tahun sebelumnya. Ketika dahi dioleskan abu yang sudah diberkati, imam akan mengucapkan "Bertobatlah dan percayalah kepada Injil"

Bagaimana aturan berpuasanya ? Gereja Katolik menetapkan puasa selama 6 hari dalam seminggu, kecuali hari Minggu tidak boleh berpuasa, karena Minggu adalah hari kebangkitan Tuhan, hari kemenangan tidak layak dirayakan dengan puasa. Puasa berlangsung selama 40 hari setelah hari Rabu Abu sebagai awal masa puasa Katolik. Puasa makan kenyang satu kali, jam 1500, kenyang lalu berhenti makan lagi sampai esok hari (ini yang saya lakukan), diijinkan minum air putih sepanjang hari (ginjal aman 😀). Selain berpuasa juga ada berpantang, pantangan yang dipilih adalah yang biasa dilakukan, sesuatu yang disenangi. Terbiasa merokok, pantang rokok.  Terbiasa minum kopi, pantang kopi, dst selain juga pantang daging.  Maka pantangan setiap individuasi berbeda sesuai dengan laku sehari-hari.  Termasuk berusaha merubah kebiasaan buruk, malas, marah, dengki, serakah, rakus, iri dll.



No comments:

Post a Comment

Translate

Button

Warna Warni Perjalanan
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...