Loading

Holiday Trip (Washington - Orlando)

Widya | Wednesday, January 01, 2014 |
Perjalanan Washington ke Orlando adalah perjalanan panjang yang kami bagi dalam 2 trip. Washington - Savannah dan Savannah - Orlando.

Rute Washington - Savannah ditempuh dalam waktu 7 jam melewati berbagai negara bagian. Washington DC berada di negara bagian Maryland.  Dari situ melewati Virginia, North Carolina, South Carolina, Georgia melalui rute 95 South.  Savannah berada di negara bagian Georgia.
Seperti biasa jalan-jalan yang kami tempuh lebar-lebar kecuali Georgia.  Di bagian ini jalan hanya memiliki 2 jalur saja.
Pemandangan pun berbeda, dengan banyak pertanian, creek, sungai-sungai lebar, delta sungai dan hutan cemara di sisi kiri kanan.  Sungai-sungai itu pasti banyak ikannya.....
Bagian selatan ini terkenal dengan masakan yang serba digoreng dan es teh manis.
Sepanjang perjalanan menuju Savannah hujan terus mengguyur bumi, udara dan angin dingin menyejukkan.  Kami tidak harus memakai heater dalam kendaraan.

Di sepanjang jalan banyak rest area.  Sistem jalan di Amerika nyaman, aman dan mudah diikuti. Pompa bensin, restaurant dan rest area selalu memiliki petunjuk yang jelas dan tidak berada jauh dari jalan bebas hambatan.  Rest area hanya menyediakan fasilitas toilet bersih dan food/beverage vending machine. Makanan bisa di dapat di stasiun pompa bensin atau restaurant yang berada di area berbeda dengan rest area.
Jalur rest area juga selalu terbagi dua untuk kendaraan roda empat dan RV/truk.  Tempat parkirnya berbeda.
Rest area di Amerika juga ramah orang tua dengan kursi roda dan hewan.
Untuk hewan ada alat yang menyediakan plastik-plastik untuk membuang kotoran anjing.  Orang Amerika banyak yang membawa anjingnya bepergian.
Semua terpelihara bersih, nyaman dan aman.

Stasiun pompa bensin dari jauh-jauh sudah memasang harga bensin dan solar dengan tulisan yang besar dan jelas, sehingga pengemudi kendaraan bisa memilih stasiun mana yang akan dituju.  Di sini harga bensin tidak sama antara satu stasiun dengan stasiun lain.  Ini mungkin yang disebut ekonomi kapitalis.  Pemilik pompa berhak menentukan  sendiri harga bensinnya, namun tidak boleh menipu warga.  Mereka harus memasang harga bensin di stasiunnya dengan tulisan yang besar dan jelas.  Harga solar di Amerika lebih mahal daripada harga bensin. Pompanya pun berbeda warna dan berbeda lokasi.  Harga bahan bakar di Amerika juga berbeda setiap hari, juga berbeda untuk setiap negara bagian.  Ada negara bagian yang lebih mahal, ada yang lebih murah. Namun semua tetap ditentukan pemilik pompa bensin, bukan ditentukan pemerintah dan seragam setiap SPBU...kita bisa memilih yang sesuai ukuran kantong.

Fasilitas lodging (penginapan) juga banyak di sepanjang jalan bebas hambatan 95 South, mereka juga memasang harganya dengan besar dan jelas dilihat.  Bagi yang merasa lelah dan ingin tinggal semalam di kota-kota yang dilewati, bisa mudah keluar dari jalan bebas hambatan ini.  Petunjuk yang dipasang sangat mudah dibaca dan dimengerti bahkan bagi orang yang baru pertama kali berpesiar di Amerika.  Penginapan-penginapan murah ini berada tidak jauh dari jalan bebas hambatan.   Fasilitas standart mereka adalah makan pagi, tempat tidur twin yang besar atau single, bath tub, shower, microwave, hair dryer, ac/heater, tv, coffee maker.  Lumayan kan...

Jarak pompa bensin, restauran, lodging, dan rest area di 95 South ini tidak berjauhan.  Kalau kita terlewat satu exit kita akan menemukan exit berikutnya pada jarak yang tidak mengkhawatirkan. Bila rest area tertentu adalah rest area terakhir sebelum jarak tertentu, kita akan membacanya pada pengumuman besar di pinggir jalan.  Di Amerika kebiasaan membaca petunjuk atau tulisan-tulisan di pinggir jalan sangat berarti, karena semuanya sesuai dengan yang sudah dituliskan.

Pada jalan raya, bila suatu jalur akan berakhir maka akan ada petunjuk pada jalur tersebut yang membuat pengemudi dapat siap-siap pindah jalur sejak jarak yang memadai.  Misalkan pada jalan yang memiliki 4 jalur dan akan menjadi 3 jalur pada jarak tertentu di depan, maka pada jarak yang sangat jauh dan memadai sebelum jalan mengecil, pada jalur keempat akan ada panah besar menunjuk ke kiri dengan tulisan "lane end" dan tulisan "merge".  Kebiasaan pengemudi Amerika yang akan memberikan jalan pada mobil yang sudah memberikan tanda lampu akan berpindah jalur juga membuat mengemudi menjadi aman dan mudah, walau kecepatan di jalan-jalan bebas hambatan rata-rata 100km/jam.

Dari Savannah di negara bagian Georgia kami menempuh 4 jam perjalanan menuju Orlando di negara bagian Florida.  Di Florida beberapa minggu sebelumnya suhu sangat tropis, 28 derajat Celcius dan berkeringat.  Namun selama kami di Florida suhu dan cuaca sangat bersahabat untuk melakukan jalan kaki berjam-jam. Matahari cerah namun angin sejuk cenderung dingin.  Anak-anak yang sudah menyiapkan baju-baju tropis tidak bisa menggunakannya....tetap harus pakai jaket tipis.
Florida negara bagian yang sangat ramai pada musim libur Natal dan akhir tahun.  Semua hotel terisi dan jalan-jalannya penuh kendaraan-kendaraan yang berasal dari negara-negara bagian lain.

Akhirnya kamipun tiba di hotel Super8 Orlando.  Hotel ini terletak tidak jauh dari DisneyWorld, dari Universal Studios dan dari Sea World.  Berada di sekitar hotel-hotel lain.  Hotel juga menyediakan shuttle ke tempat-tempat wisata tersebut.
Pilihan yang tepat untuk liburan kami ini didapat dari Booking.com.  Suatu cara booking hotel online yang juga merupakan hal baru untuk kami dan ternyata menyenangkan.  Ini adalah proses belajar kami hidup di dunia digital dengan gaya belanja online.
Booking.com menyediakan pilihan kota, pilihan harga, pilihan kamar, pilihan waktu.

Petualangan baru di tujuan wisata internasional ......

Read More
Be the first to comment!

Happy New Year

Widya | Wednesday, January 01, 2014 |
Banyak peristiwa sudah terlalui sepanjang 2013.
Akhir tahun 2012 (Nov 20) mas Agung menyelesaikan pendidikan 9 bulannya di Sesko TNI Bandung. Setiap week-end mas Agung kembali ke Jakarta dan kamipun hafal dengan rasa masakan restoran Bakmi Golek Cibubur yang menjadi tempat rendevouz dengan teman yang memiliki mobil untuk kembali ke Bandung, sampai terucap...."tidak akan ke  Bakmi  Golek lagi setahun....wis mblenek...." hehehehehehe.
Setelah dijalani ya akhirnya selesai dengan baik juga, Puji Tuhan.

Awal tahun 2013 kami disibukkan dengan urusan rumah baru yang tak kunjung selesai walaupun sudah hampir setahun lebih dibangun, bersaing dengan lama waktu pembangunan mall Cibubur yang baru milik Ciputra Group....
Bertujuh dengan Dolfi sekeluarga kami menempati rumah lama yang terasa sempit karena tubuh keluarga Dolfi juga besar-besar.  Bersaing merebutkan ruang dengan dus-dus yang belum bisa dibongkar karena tidak ada tempat. Wis kayak pengungsi tenanan.....
Namun akhirnya kamipun  masuk rumah baru yang lebih besar dan memang terasa besar karena kami tidak punya perabot pada bulan Maret 2013.  Puji Tuhan..

Tahun 2013 juga aku lupa tanggal dan bulannya, Dea di terima di London School. Urusan administrasi dan open house London School semakin menguatkan pilihanku dan Dea untuk meneruskan menggali ilmu di LSPR.
Tista juga menyelesaikan ujian SMPnya di SMP PGRI Ciputat dengan nilai yang baik.  Urusan pendidikan anak-anak juga berlalu dengan lancar.  Puji Tuhan

Tengah tahun 2013, kabar baik dan kabar buruk.  Bertepatan dengan kesibukkan kami mempersiapkan keberangkatan ke Amerika karena mas Agung ternyata mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan setingkat Lemhanas di NCC, Naval War College, Rhode Island USA, kami juga harus bersedih dengan kecelakaan lalu lintas yang menimpa Kristin.
Sekolah di hot-seat every navy officer around the world want membanggakan dan menyenangkan. Dari tuturan teman-teman internasional dan direktur sekolah, pendidikan ini menjadi idaman setiap perwira di negara masing-masing, dan para  perwira Angkatan Laut Amerika.  Berusia tua dengan program studi yang sangat baik membuat pendidikan di sini diakui oleh berbagai negara. Membanggakan keluarga besar kami, mas Agung bisa mendapatkan kesempatan belajar di sini.
Menyenangkan, karena ini kesempatan bagi aku dan anak-anak untuk bisa merasakan kehidupan dan pengalaman di negeri adidaya, yang pasti juga menjadi negara tujuan dalam mimpi setiap orang untuk bisa mengunjungi.  Dan kami memiliki kesempatan 11 bulan tinggal dan melihat negeri besar dan super power ini. Puji Tuhan.

Kristin adalah adik ipar kami nomer tiga, memiliki wajah dan postur menarik sebagai anggota Korps Wanita Angkatan Laut Indonesia, bersuara indah karena dia penyanyi dari Surabaya yang pernah ke Jepang sebagai hadiah kemenangan mengikuti lomba menyanyi di kotanya.  Kristin dan Punjung memiliki 2 anak perempuan yang masih muda, Vanda duduk di kelas 5 SD dan Ocha yang baru akan masuk TK.  Kristin, wanita yang banyak tersenyum, renyah tertawa membuat keluarga besar kami terasa lengkap dangan canda dan lagu. Dia juga ibu yang tergolong sabar menghadapi putri-putrinya...terutama kalau dibandingkan dengan diriku... :-)
Kristin mengalami kecelakaan motor ketika mencari susu untuk Ocha.  Motornya tersenggol motor lain.
Mas Agung dan dik Punjung membawa Kristin ke RSAL Mintohardjo. Kristin koma selama 3 hari.
23 Juli 2013, jam 03.00 dini hari telepon mas Agung berdering, dan putus.  Tak lama telponku berdering dan dengan cepat kusambar....di ujung aku hanya mendengar teriakan dik Punjung menyebut namaku dan Kristin.  Tanpa banyak kata aku menutup telpon dan segera berkemas ke Rumah Sakit.  Kebetulan mama papa tidur di rumah.  Aku menitipkan urusan packing yang belum selesai pada mama, dan kamipun berangkat ke RS dalam diam.
Kristin pergi mengahdap Bapa di surga di hari yang sama ketika kami juga harus terbang ke Amerika pada malam harinya.
Dalam kedukaan kami tetap bersyukur karena memiliki kesempatan mengurusnya hingga akhir. Memandikan, mendoakan dalam misa arwah sebelum ke makam, mendampingin dik Punjung menerima tamu-tamu pembesar angkatan laut.
Semoga engkau bahagia di surga dik.  Kami mencintai dan merindukanmu selalu.
Pukul 20.00 kami berangkat ke Amerika diantar mama papa n Anton.

Amerika, negeri baru. Mas Agung mulai belajar, bertemu teman baru. Tista mendapat pengalaman belajar di SMA negeri Middletown, Dea bekerja di Commisary.
Bertemu dengan om dan tante yang lama tidak jumpa, berjumpa dengan sepupu yang sudah lama tinggal di Amerika.  Mengenal budaya dan kebiasaan-kebiasaan baru.  Belajar knitting dan patchwork dengan orang-orang tua yang murah hati dan hangat.
Puji Tuhan.

Akhir tahun kami merayakan Natal dengan misa malam Natal di gereja Katholik ritus Timur, sungguh kekayaan rohani baru yang memperkaya pengetahuan kami.  Liburan di taman hiburan paling terkenal di seluruh dunia Disney World Orlando, Sea World Orlando dan Universal Studios Orlando. Mengendarai kendaraan Kia Sedona 2005 dengan light engine yang terus menyala, melewati perbatasan 5 negara bagian. Tidur dalam dingin di rest area sekitar Savannah. Mengunjungi museum yang sungguh spektakuler, monumen Abraham Lincoln, Capitol House dan kantor kedutaan Indonesia di Washington DC.  Bertemu dengan dubes Indonesia Bpk Dinno Patti Jalal yang terkenal, berkenalan dengan mas Helmi Johanes penyiar VOA yang ngetop sekeluarga.
Dan akhirnya kami menutup 2013 di rumah athan Indonesia Brigjen TNI Witjaksono, dapat kenang-kenangan sanggul dan tas batik....(terimakasih ibu Etti).
Walaupun kondisi Dea dan mas Agung tidak terlalu sehat karena terserang batuk dan masuk angin tapi kami sungguh bersyukur karena Tuhan sudah begitu baik dan selalu menyertai perjalanan kami hingga hari ini.

Semoga tahun 2014 akan menjadi tahun yang membawa berkat dan anugerah lain untuk kami, untuk keluarga besar kami, untuk teman-teman dan sahabat kami dan untuk bangsa kami Indonesa.

HAPPY NEW YEAR 2014......

Read More
Be the first to comment!

Holiday Trip (Middletown - Washington)

Widya | Sunday, December 22, 2013 |
Liburan Natal telah tiba...horeeeee......
Kami memiliki libur selama hampir 2 minggu sejak tanggal 20 Desember 2013 hingga 6 Januari 2014...
Sejak jauh hari kami sudah merencanakan untuk melakukan perjalanan darat ke arah selatan Amerika.  Anak-anak ingin ke DisneyWorld di Orlando Florida, dan kami ingin mengunjungi ibukota Amerika, Washington DC.
Perjalanan darat jadi pilihan karena berbagai alasan, bisa melihat daratan Amerika, mencoba jalan-jalan lebar di Amerika, mencoba bersaing dengan kendaraan-kendaraan besar Amerika, dan yang terpenting....lebih murah.....hehhehehehehe.

Seperti kebiasaan di Indonesia, kami juga membawa bekal nasi dan teman-temannya....takut gak ketemu nasi dan tentu saja lebih irit... ide ibu rumah tangga. Kami berangkat jam 9 pagi dengan aku mendapat giliran pertama mengemudikan Kia Sedona 2005 menuju New York....
Cuaca hari ini tidak seperti musim dingin, tanpa salju, matahari bersinar cerah dan angin tidak terlalu dingin.  Sungguh hari yang diberkati Tuhan, terutama mengingat aku belum pernah mengemudikan mobil dalam kondisi jalan bersalju.
Pemandangan di sepanjang perjalanan Middletown - New York sungguh indah, dengan landscape yang tidak membosankan.

Perjalanan ke New York ditempuh dalam waktu 4,5 jam...thanks to dik Yanu's GPS...(untung semalam kami tukaran GPS dengan punya dik Yanu yang lebih update).
Di New York, berhenti untuk makan siang yang sudah terlambat, dan isi bensin plus ke kamar kecil.
Di New York kami selalu menemukan peringatan "NEW YORK GRID LOCK".....feel like at home, Jakarta yang selalu macet.
Untuk keluar dari New York kami sempat berputar-putar di Bronx, karena jalan besar dengan banyak jalan sejajar dan persimpangan yang membingungkan.  GPS selalu berbunyi "RE CALCULATING" dan kami juga bingung.....

Perjalanan dari New York - Washington kira-kira 3 jam, dan giliran menyetir berikutnya adalah giliran mas Agung.  Pemandangan di sekitar New York tidak menyenangkan, seperti pemandangan di sekitar Bekasi, kiri kanan penuh dengan cerobong-cerobong pabrik, datar dan membosankan.
Melewati Delaware pemandangan lebih menyenangkan...tanaman....tidak ada lagi cerobong asap pabrik.

Kami menuju ke rumah teman athan di DC....free room ....yippppiiiii
Thanks my friend, mas Halili n mb Dewi sekeluarga....
Read More
Be the first to comment!

Share it.

Widya | Thursday, December 12, 2013 |
Suatu kali guru bahasa Inggrisku, Mrs Cindy  bercerita tentang anak semata wayangnya.

Once, when my son was 7 month old, he started to talk.  I was afraid, I called my doctor and he said it was okay...nothing was wrong with him.  And when my son was 3 years old he grabbed a book and started reading, which was something I never taught him.  It was really scary.
I don't want him to become arrogant, so  I keep reminding him about that. 
Just before he started kindergarten, I talked to him..." dear, you are very smart, and be thankful to God for it.  It is a gift from God, you take it, but you have to share your gift to other people, to your friends.  Some of your friends have other kinds of gift which you may not have.  It is all, because God give everybody different gifts.  But the most important is you have to share your gift."

Sungguh suka dengan kata-kata Cindy...

Read More
Be the first to comment!

Sopan santun ala Amerika

Widya | Friday, December 06, 2013 |
Mungkin hal ini sudah sering diberitakan di blog orang lain atau surat kabar...akupun sudah pernah membacanya.
Namun kali ini aku bisa menyaksikan dan mengalaminya sendiri.

Pada hari ini aku pergi ke bank.  Dari dalam bank, aku melihat seorang wanita tua yang hanya berdiri saja, lalu seorang wanita mendatangi dan membukakan pintu bank, (pintu-pintu di Amerika memang berat, hanya di dorong atau ditarik).....ooooh aku baru paham ternyata wanita tua ini sudah sulit berjalan, sehingga membuka pintu itu pasti pekerjaan yang berat untukknya.  Dan itu belum berhenti sampai di situ.  Seorang pria yang sudah antri di depanku, mempersilahkan wanita tua itu untuk melakukan transaksi lebih dulu...
Mungkin sulit untuk mendapatkn pengalaman ini di Indonesia..

Berkendaraan...di Amerika pejalan kaki dan pengendara sepeda menempati posisi yang tinggi.  Semua kendaraan bermotor akan memberikan jalan pada pejalan kaki yang akan menyeberang.  Satu hal yang harus aku biasakan....(memalukan ya)....
Disini pengendara mobil yang sudah melihat seseorang berdiri di tempat penyeberangan akan menghentikan kendaraannya jauh dari tempat menyeberang itu, dan memberi kesempatan pada pejalan kaki untuk menyeberang lebih dulu.

Pada persimpangan jalan dan tanda stop, semua kendaraan akan berhenti sesaat, melihat keadaan dan mempersilahkan kendaraan yang berhenti lebih dulu untuk mengambil kesempatan pertama melajukan kendaraannya.  Berhenti sesaat ini dilakukan walaupun keadaan jalan benar-benar sepi.
Pada antrian panjang, tidak ada kendaraan yang pindah jalur dan memotong di depan untuk mendapatkan kesempatan lebih dulu.  Semua berjalan di jalurnya, dan antri dengan sabar.

Langsung ingat, kebiasaanku di Jakarta, yang berusaha lebih cepat dari siapa saja demi mendapatkan jalan.  Tidak satupun tanda lalu lintas yang dipatuhi, tanda-tanda itu lebih mirip hiasan jalan daripada untuk mengatur tertib di jalan.  Kalau harus mengikuti aturan itu, semua orang akan membunyikan klakson dengan galak.....  Berkendara sungguh melelahkan fisik dan mental karena selalu emosi.

Menyapa siapa saja, dengan "good morning" dan dilanjutkan dengan "how are you" seperti sudah otomatis di ujung lidah.  Menutup perjumpaan dengan sapaan "have a good day" atau "have a good week end" juga sudah lancar menjadi kebiasaan mereka.  Senyum dan tatapan mata..? oooh itu sudah kelengkapan sapaan mereka.
Ucapan-ucapan ini ditemukan dimana saja dengan siapa saja. Di toko, di perpustakaan, di bengkel, di kantor, di sekolah.

What a life....


Read More
Be the first to comment!

Crafting at America

Widya | Friday, December 06, 2013 |
Ketika berangkat ke Amerika ada hal yang begitu aku impikan....ILMU....
Ilmu apa aja yang aku bisa dapatkan di tanah paman Sam ini....?

Kesempatan emas yang pertama kurasakan adalah ...INTERNET....yg gratis dan lancaaaar...  saat itu kami masih tinggal di hotel.
Saat ada waktu, browsing tempat-tempat belajar craft dan cooking adalah yang sering aku lakukan.

Pada berbagai kesempatan bertemu dengan orang-orang Amerika aku selalu mengutarakan keinginanku untuk belajar knitting dan quilting...dan beruntung mereka mengenal seseorang yang selalu berbagi kedua ilmu itu pada siswa Internasional yang berminat setiap tahunnya.

Jadilah aku berkenalan dengan Jan Jones, seorang wanita energik yang pada usia 75th nya masih menyetir kendaraannya menuju Maine selama 4 jam perjalanan.  Dalam hati aku berharap bisa seperti Jan saat usiaku lanjut nanti....sehat, aktif dan selalu mau berbagi ilmu....
Jan wanita serba bisa, dia bisa knitting, patchwork dan cooking.

Pelajaran knittingku berlangsung sebelum Jan tour ke Eropa, dan syalku pun selesai sebelum dia kembali ke Amerika.  Kami belajar di rumah teman Jepang, karena lokasinya dapat ditempuh teman-teman lain yang tidak memiliki kendaraan.  Jan yang datang ke tempat kami berkumpul.

Pelajaran patchworkku dimulai pada bulan November, setelah Jan pulang dari Eropa dan melakukan operasi katarak.  Pelajaran kami berlangsung di rumah seorang wanita cantik yang ramah dengan suara yg halus dan cita rasa estetika yang bagus, Lori.
Lori memiliki ruang crafting di basement rumahnya yang tidak jauh dari sekolah Tista si bungsu.
Mereka berdua memberikan pola dan bahan-bahan patchwork.....GRATIS....

Semua pelajaranku berlangsung gratis baik bahan maupun pelajarannya.  Mereka sangat murah hati, meminjamkan semua alat yang kami (beberapa teman juga belajar) perlukan.
Ditambah dengan jalan yang lancar, tidak terkendala macet, aku sungguh menikmati pelajaran craftingku.

Anak-anak juga belajar scrapbook di perpustakaan umum, yang juga gratis baik bahan maupun pelajarannya.  Mereka mendapat kamera sekali pakai gratis, kertas dan embelishment....semua gratis.

Mas Agung (suamiku) bertanya, kenapa aku selalu belajar banyak hal, dan tidak konsentrasi pada satu hal saja....?
Jawabku, aku ingin mengumpulkan ilmu, yang jika aku lakukan di Jakarta, aku harus  keluarkan banyak biaya untuk belajar yang tidak murah, bensin yang boros karena jarak jauh dan waktu yang panjang karena macet.
Belum lagi beberapa bahan dan alat yang berharga mahal di tanah air tercinta.
Mungkin dia heran kenapa aku selalu belajar ini itu....
Jawabnya ...aku sendiri tidak tahu....yang aku tahu aku ingin melakukan semua yang menarik minatku.

Suatu hari nanti, aku akan punya ruang craftingku sendiri, komunitasku sendiri dan berbagi ilmu pada orang lain....

Satu hal yang aku dapat, orang Amerika yang aku temui semua orang-orang yang ramah, berhati tulus, dan senang berbagi.
Read More
Be the first to comment!

Translate

Button

Warna Warni Perjalanan