Loading

Pierce Brosnan

Widya | Wednesday, February 05, 2014 |
.........revealed that he and Keely, who married in 2001, are still very much in love.
"She is the most beautiful woman and has been my North Star for many a day and a year now. We just celebrated 19 years of life together," he said.
"We like each other a lot, and we have the same interests and passions. We watch each other grow older and you celebrate each other. So far, so good. We look forward to the time now when the boys go off to college and she will be able to travel with me on these movies. It's very hard right now because the boys are 16 and 12."
He admitted that being able to work through issues and troubles can help a relationship.

"There's always a problem in a marriage, be it the economics of the day, the mortgage, the timing of life, not enough time, the children or the in-laws. I see my darling taking care of our boys and me, making sure I'm happy. That is such a gift, and it is something I don't take for granted," he said.  I always say "I love you" to my wife everyday...it is important.

I always like him, compasionate, loving, and faithfull man.  
Man who hold  everything in his hand, fame, fortune, and good looking face, every point that makes all the woman's heart melt. 
But that's not done like that....(he is not a common men...for sure
He was trying to be loyal and loving his partner all the time. 
I love the last phrase ... "I do not take for granted that" .... showed that he struggle it as a human and appreciate the struggles of his spouse too.

Never have a favourite actor in my life...only Pierce Brosnan....
Why we didn't meet long long time ago....?
Wkwkwkwkwkwkwk.......
Read More
Be the first to comment!

Dancing....dance....dance.....

Widya | Wednesday, February 05, 2014 |
http://2.bp.blogspot.com
Dance...I will always like to dance...I know I can move better than sing...
Traditional to ballroom.

For traditional I like Bali and Padang dance,  it have a quick tempo, I like to see Java dance with the very slow tempo, but only see.  I think I can't dance those kind of dance, difficult, and peaceful.  Maybe because patient is not my personality...hehehehehe

From Western I like ballroom dance, I always want to know their tradtional dance.
I like to see Ballet, but still only see.  But I don't like contemporary dance....

Everytime I see a dancing movie, something sparkle in my heart, I can imitate in my mind....but when it comes to practice, not as easy as dance in my mind.
I wish I have an ooportunity to learn this kind of dance when I was young.
It never happened at my youth, cause I have to move around Indonesia, following my Army parent and not every city have this class.  I wish I have one....

At Jakarta I learn this for couple of time, it cost a lot for me, but at least I know the basic step. But find a time and partner to dance is different story, not everyone like or can dance.  So I only have my basic step....very sad.  My little daughter is my partner....hehehehehehe.

This is one of my favourite dance movie, I like the song and the move..... I want to move like that...hahahahaha....
still keeping that dream Widya? oooh come on....your will break your bone...


Read More
Be the first to comment!

Orang-orang Istimewa

Widya | Monday, February 03, 2014 |
Untuk banyak orang tua melahirkan anak yang tidak sempurna bukanlah sebuah impian.  Terlahir tidak sempurna juga bukan keinginan  setiap orang.
Aku selalu merasa, orangtua yang memiliki anak yang tidak sempurna adalah orang-orang istimewa pilihan Tuhan.  Orang yang terlahir tidak sempurna juga membawa pesan khusus dari Tuhan Sang Pencipta.
Tuhan tidak pernah menciptakan semuanya hanya untuk bermain-main, selalu ada maksud dan ada tujuan.

Gadis yang tidak sempurna ini memiliki ibu yang sempurna, selalu mendukung dan tidak rendah diri.  Ibu yang kuat akan memberi kekuatan khusus pada anak istimewa untuk memuliakan Allah.

Read More
Be the first to comment!

Encourage, No Critic....

Widya | Monday, February 03, 2014 |
words of encouragement photo: You will get through this words_of_encouragement.jpgSiang ini salju turun sejak jam 9 pagi dan terus bertambah deras dengan butiran-butiran besar. Aku punya waktu untuk nonton TV, dan acara memasak menjadi pilihanku.
Melihat para chef yang muda dan cantik atau ganteng beraksi di layar kaca, kadang dengan resep yang sangat sangat mudah. Mengingatkanku pada masa lalu.
Menurutku resep Barat banyak yang mudah untuk dibuat, karena resepnya sudah standart dan pasti jadi. Ada juga sih yang sulit dan sophisticated, tapi bukan pilihanku hehehehehe.....
Untuk kita di Indonesia tantangan resep Barat ada pada ketersediaan bahan dan harga yang tidak murah.
Resep masakan Indonesia lebih rumit, dengan banyak bahan dan aneka bumbu. Diolah dari bahan segar dengan perlakuan awal yang bermacam-macam.  Kalau tinggal di Barat, tantangannya bertambah dari ketersediaan bahan.  Tapi malah diakali dengan bumbu jadi yang dibawa dari tanah air atau beli di Asia Market.  Di tanah air kita tidak pernah memasak dengan bumbu jadi....selain mahal terasa tidak sah...hahahahhaha
Untukku seperti menipu diri sendiri.  I can't call myself good cook if I use the instant....

Memasak makanan dan membuat kue adalah keahlian yang sudah aku pelajari sejak usia muda. Seingatku sejak kelas 6 SD aku sudah mulai praktek masak, mencoba aneka resep.  Pilihanku dari majalah Gadis dan yang terbaik Femina....resep mereka jarang gagal ....bahasaku "they are not cheating"...    Ketika itu aku tinggal dengan keluargaku di Balikpapan.  Aku memilih resep sendiri dan biasanya aku tertarik dengan gambar masakan yang indah.  Aku tidak senang dengan gambar yang makanannya tertata terlalu rapi seperti di buku-buku masakan yang mahal....tidak mengundang selera.  Indah tapi tidak sexy....seperti bintang film....cantik tapi hanya bagus dipandang... ...analog yang jauh banget yaaa
Resep yang aku pilih, aku tulis bahannya kemudian daftar belanjaan itu aku serahkan ke mama untuk dibelikan. Mama tidak pernah mengatakan ini terlalu mahal, terlalu sulit atau tidak akan ada yang mau makan. No....she always say yes to my recipe.
Papa juga seorang ayah yang sangat mendukung.  Beliau selalu mau mencoba masakanku, dan tidak pernah mengatakan tidak enak.  Padahal aku tahu papa tidak terlalu suka makanan Barat, papa lebih suka masakan lauk dan asli Indonesia.  I love my parent.

Keahlian ini semakin terasah, sampai akhirnya urusan memasak menjadi bagianku, baik untuk kesempatan sehari-hari maupun kesempatan istimewa.  Mama dan papa tidak pernah menghemat uangnya kalau aku ingin mengambil kursus-kursus masak. They always say yes. Pada usia yang cukup muda aku sudah punya pengetahuan tentang aneka bahan makanan dan manfaatnya.  Hal ini sangat membantu ketika aku kuliah di Tata Boga, aku tidak perlu belajar terlalu keras, karena aku sudah banyak tahu dan aku senang dengan pilihanku.  Aku juga mulai membuat masakan Indonesia.  Dan ternyata sulit, sulit bahannya sulit caranya.  Untuk kue tradisional, bahan yang tersedia di pasar tidak selalu bagus standarnya, juga cara membuatnya, setiap buku resep memiliki trik berbeda. Namun yang tetap teruji lumayan resep dari Femina.  Kemungkinan karena bangsa kita adalah bangsa lisan, sehingga semua resep tidak ada yang diturunkan dengan tulisan tetapi dengan lisan dan terjun langsung membantu di dapur.

Ketika kuliah aku mulai menerima pesanan kue kering, aku selalu lebih berat pada membuat kue daripada memasak makanan.  Siang dan malam hari aku kerja di dapur hotel.  Untukku tidak ada pekerjaan yang kuinginkan selain jadi koki di hotel besar.  Pekerjaan yang menyenangkan, melelahkan tapi membuatku selalu bergairah berangkat kerja.  Ketika mama meminta untuk berhenti kerja dan menyelesaikan kuliahku, aku memilih mempertahankan pekerjaanku.  Aku selesai kuliah lebih lambat satu semester dari teman terpandaiku, tapi aku sudah punya pekerjaan impian.  Aku juga tidak mempermasalahkan gaji besar atau kecil, mungkin karena aku masih tinggal dengan orangtua.  Namun kalau disuruh memilih pekerjaan bergaji besar atau menjadi koki, aku tetap memilih menjadi koki.  Aku tidak mau bekerja tanpa hati yang riang dan semangat.  Mungkin itu yang namanya passion, do whatever it takes, no matter what.

Sudah lama aku tidak lagi menyentuh alat-alat dapurku yang lengkap dan banyak itu.  Untuk memulainya lagi sungguh sulit, tapi sudah aku niatkan, aku akan mempertebal lagi neuron memasak di otakku.

Satu hal yang pasti dalam membangun bakat minat passion, resep yang paling mujarab....jangan pernah menghina hasil karya anak-anak, limpahi pujian, terima dengan gembira. Yang belum sempurna akan menjadi sempurna karena latihan.  Semangat menjalankan latihan hanya didapat dari penerimaan.
Dan itu rasanya juga berlaku untuk orang dewasa.
Kritik dan hinaan hanya akan mematahkan semangat, mematikan semuanya habis hingga ke akarnya.

My parents knows that very well, they are educated and know how to raise kids wonderfully.
Praise to the Lord. Terimakasih ma, pa....I love you
Read More
Be the first to comment!

Her Voice

Widya | Thursday, January 30, 2014 |
Dea punya suara yang bagus...menurutku.
Ya...ya...you are her mom...you always think she is good...
Hehehehehe
Mungkin saja itu benar, tapi aku termasuk orang yang cukup jujur, so ....menurutku suaranya indah.  Kalau gak percaya coba klik di menu "her singing".

Aku ingat ketika masih kecil Dea selalu senang menyanyi.  Dia sudah kelihatan berbakat saat usianya 6 bulan.  Saat itu aku dengan Dea naik kereta dari Surabaya ke Jakarta.  Sepanjang perjalanan aku menyanyikan lagu "Topi Saya Bundar" sambil berbahasa tubuh.  Dea melihatku dengan mata bulatnya.  Setelah aku nyanyikan dan gerakkan 3x, dia mulai meniru...meniru gerak gerik....  Ketika lagu sampai pada kata "topi", dia akan memegang kepalanya,  pada kata "saya" dia akan memegang dadanya...begitu seterusnya.
Suaraku...? bagus menurut bayi Dea....menurut penumpang lain sih aku gak terlalu peduli hehehehehehe.

Setelah Dea bisa bicara, dia juga mulai menyanyi.  Hebatnya tidak ada suara false yang terdengar. Pada usia 4 tahun Dea sudah bisa dan hafal lagu-lagu Sherina di album pertama.  Lagu-lagu Sherina bukan lagu anak-anak yang mudah ditiru, nadanya sulit meliuk-liuk.  Tapi Dea menyanyikan dengan bagus, tidak false dan bulat.
Setiap kali disuruh menyanyi dia tersenyum lebar dan langsung beraksi dengan sisir di tangan sebagai mic-nya.

Namun semakin besar terlebih di usia remaja, aku semakin jarang mendengarkan suaranya yang indah.  Dia hanya menyanyi kalau moodnya sedang datang, atau justru kalau tidak ada orang lain yang dengar.  Kadang kalau dia menyanyi di panggung pada acara-acara kecil, aku suka kaget, ..."kapan dia belajar lagu itu...ini pertama kali dengar dia menyanyi lagu itu...."

Sekarang Dea suka merekam suaranya di Sound n Cloud app.  Akhirnya aku buka akun di situ juga demi menjadi followernya.  Semua nyanyiannya di situ aku simpan di blog ini.  It is my treasures.

Keep singing n recording girl.  Always love to hear your voice.....
Read More
Be the first to comment!

From Screen to Green

Widya | Saturday, January 25, 2014 |
Sabtu ini tidak ada kegiatan apa-apa di rumah.
Bangun siang karena semalam pulang pesta hampir tengah malam.
So...aku punya waktu untuk lihat TV.
Ada iklan menarik yang sangat ideal untuk jaman kini.  Gambar anak naik turun kursi, anak-anak berlarian mengikuti kupu-kupu, ada yang jalan-jalan di hutan, ada yang naik pohon, ada yang menangkap ikan di sungai, berkebun sayuran. Dengan ilustrasi musik yang mengundang semangat untuk bergerak.
Ternyata itu iklan yang mengajak anak-anak untuk lebih dekat dengan alam, keluar dari rumah, bebas dari gadget canggih....ayo gerak...gerak...kenal dengan alam dan lingkungan.

Awalnya aku berpikir ini semacam iklan untuk perusahaan Event Organizer atau iklan taman khusus untuk anak-anak.  Profit oriented.
Aku coba buka websitenya....dan voilaaaaa.......
Salah tebak...ternyata ini bukan perusahaan yang mencari profit, tapi seperti badan pemerintah yang mengurus lingkungan hidup mungkin seperti kementrian pertanian dan kehutanan di Indonesia.
Mereka peduli dengan lingkungan bukan hanya tanaman namun termasuk juga hewan-hewan di Amerika. Pasti begitu dong...

Hanya yang hebat, mereka berpikir dari sangat hulu....anak-anak....generasi muda.  Mereka sadar di tangan generasi muda inilah dunia dan seisinya dipertaruhkan.  Generasi muda yang sekarang banyak dijajah alat-alat teknologi, sehingga lebih banyak duduk dan olahraga jempol daripada mengenal jenis daun, jenis serangga bahkan tidak lagi bermain dengan teman-teman sebaya seperti jaman kita dulu.
Mereka membayangkan bagaimana menyerahkan bumi dan isinya kepada generasi yang tidak mengenal alamnya sendiri.
Maka anak-anak kecil lah yang menjadi sasaran utama mereka untuk kembali ke alam.

Yang mau tahu ini websitenya....ada ide-ide bagus di dalamnya.  Semoga pemerintah Indonesia juga melongok ke situ...
Read More
Be the first to comment!

Translate

Button

Warna Warni Perjalanan