Loading

Ngobrol aja ya sayang.....

Widya | Monday, February 13, 2017 |
buncitsexxy.blogspot.co.id
Pacar saya sering kali protes dan cerita kepada anak-anak, ...."sejak pacaran dulu mamamu nih gak pernah kasih minum atau makan kalau gak diminta.  Mesti harus diminta dulu."
Saya hanya ketawa-ketawa saja.😁😀😀

Saya memang jarang suguhkan kue atau teh buat suami dan anak-anak. Sebetulnya karena saya sendiri kurang suka manis-manis dan saya tidak terlalu suka ngemil.  Saya aman dan nyaman saja, jika pergi ke rumah orang dan tidak diberi suguhan macam-macam.  Saya lebih suka memakai waktu bertemu untuk bercerita atau mengerjakan sesuatu bersama.  Tidak akan hal itu menjadi kekurangan yang saya besar-besarkan.  Seringkali suguhan yang dihidangkanpun hanya saya ambil satu sebagai penghormatan saja.
Kalau pacar saya minta teh manis sore hari, saya ingatkan, pagi tadi sudah minum kopi susu.  Minum air putih saja😊

Menurut beberapa artikel yang  saya baca, toleransi gula dalam darah antara 1 - 1,5 sendok teh.  Bagaimana kalau kita makan, ngemil dan minum manis ? pasti lebih dari 1,5 sendok teh gula dalam tubuh.  Lalu gula yang berlebih itu memaksa pankreas memproduksi insulin untuk mengendalikan gula dalam darah. Tetapi sifat insulin adalah lypogenesis alias membentuk lemak tubuh.  Maka gula -gula itu akan terbagi dalam liver, dalam otot dan dalam lemak.  Menumpuklah lemak dimana-mana. Selain di bagian-bagian tubuh, lemak juga akan menutup hati, jantung, pankreas dan menjadi plak dalam darah.

Gemuk itu sangat tidak menguntungkan.  Penampilan jelas tak indah, memilih baju sulit, penyakit bermacam-macam, nafas pendek dan teringah-engah.  Tidurpun juga pasti tak nyaman.  Ingat masa hamil, miring susah, terlentang juga susah.

Nah kekasihku sayang, aku tak memberikanmu cemilan dan teh itu karena eike sayang padamu💖😍 Umur panjang, keliling dunia, melihat cucu kita bertambah besar menjadi cita-cita kita kan......?

Daripada ngemil kita ngobrol aja yuuuuuk.......biar mesra....
Read More
Be the first to comment!

Pilkada DKI 2017 Yang Hingar Bingar

Widya | Monday, February 13, 2017 |
Pemilihan kepala daerah (Pilkada) DKI tahun  2017 ini adalah pilkada paling ramai, paling seru dan paling sexy. Ada 100 pilkada serentak di seluruh Indonesia, namun hanya pilkada DKI yang menjadi berita sensasional tak putus di seluruh media dan sosial media. DKI Jakarta sebagai ibukota negara, mungkin menjadi pentas perdana untuk melihat kandidat presiden Indonesia berikutnya.

 Petahana (istilah baru untuk incumbent, pejabat yang sedang menjabat) tahun ini adalah Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok. Politisi yang sudah pernah menjadi bupati Belitung Timur, anggota DPR RI dan menjadi gubernur DKI karena gubernur Jokowi menjadi presiden Indonesia menggantikan presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Ahok berasal dari etnis Tionghoa dan beragama Kristen, dikenal keras melawan mafia dan korupsi, bersikap jujur dan memperhatikan rakyat kecil. Karena kekeras kepalaannya melawan korupsi, suap dan gratifikasi maka musuhnya pun tak sedikit. Dari kalangaan birokrat, kalangaan politisi, preman kelas teri sampai kelas kakap, pengusaha yang merasa dirugikan dengan kebijakan-kebijakan anti suapnya. Mereka bilang ..."susah dagang sama Ahok, dia tidak bisa disuap..."

Ahok menjadi petahana yang memilih untuk maju lagi tanpa melalui mekanisme partai. Melihat hasil kerjanya dan kepribadiannya serta tekadnya untuk menjadikan Jakarta kota yang sejajar dengan kota-kota besar dunia, sambil tetap memperhatikan kaum urban, banyak sukarelawan yang berusaha membantu Ahok untuk maju melalui jalur independen. Berbulan-bulan para relawan tanpa digaji bekerja untuk mengumpulkan sejuta tanda tangan. Sejuta tanda tangan yang terkumpul itu menggentarkan partai politik, maka banyaklah partia politik yang melamarnya untuk maju melalui partai. Akhirnya Ahok memilih jalur partai tanpa syarat. Ahok akhirnya didukung oleh PDIP.

Dukungan untuk Ahok bukan hanya dari Jakarta, tapi juga dari masyarakat Indonesia di luar negeri. Mereka melakukan aksi flash mob dengan baju kotak-kotak merah dan lagu Hip Hip Hura-Hura.

Menjelang pilkada ini, lawan-lawan politiknya menempuh semua cara untuk menjatuhkannya. Video editan Buni Yani akhirnya membawa Ahok menjadi terdakwa penistaan agama. Sosial media pun ramai, antara yang pro dan kontra. Joke yang beredar, hanya Ahok yang mampu mengumpulkan jutaan orang untuk sholat subuh dan sholat Jumat dari penjuru Indonesia, mampu menyatukan JIL dan FPI....Bahkan kedua lawannya bergandengan tangan untuk melawannya.
Kedua lawannya sampai lupa bahwa mereka juga sedang bersaing memperebutkan kursi DKI.😉
Banyak pertemanan di sosial media putus karena berbeda kubu dan berbeda pendapat. Banyak tokoh ditangkap dengan tuduhan makar. Banyak demo dilakukan dengan berbagai nama. Banyak rumah ibadah berubah fungsi menjadi tempat kampanye. Ahok mewujudkan pepatah..."Pilihlah pemimpin dimana banyak anak-anak panah fitnah tertuju padanya".

Melalui mekanisme debat yang diadakan secara resmi sebanyak 3x dan disiarkan media massa, sinar Ahok semakin terang. Dia menguasai masalah dan sudah melakukan solusi pemecahan masalahnya. Kedua lawannya menjadi semakin meyakinkan belum layak menjadi DKI1. Lawan-lawannya masih berteori dan berangan-angan, Ahok sudah melakukannya. Untuk memilihnya, banyak orang yang dulu tak pernah memilih atau berada di luar negeri berduyun-duyun kembali pulang. Demi Indonesia yang lebih back.

Untukku mendukung Ahok hanya memerlukan satu alasan sederhana saja. Kalau kita peduli pada nasib orang susah dan terpinggirkan, namun kita tak memiliki kemampuan membantu mereka, maka kita titipkan nasib mereka kepada pemimpin yang peduli. Ahok adalah harapan Indonesia.

Tahun ini juga menjadi kesempatan mengikuti pemilu pertama kali bagi Tista. Namun sayang, tiket untuk kembali ke Jakarta dari Bandung tidak ada. Lain kali ya nak.

15 Februari 2017 nasib Jakarta 5 tahun ke depan ditentukan.
oh hip hip hura-hura ....hu u u aku suka dia hu u u aku jatuh cinta......


Read More
Be the first to comment!

Orang Orang Positif

Widya | Wednesday, August 31, 2016 |
Bertemu dan bergaul dengan banyak orang, berkomunitas dan berkelompok dengan banyak orang membuatku mengenal berbagai macam karakter.  Ada orang yang pendidikannya cukup tinggi, memiliki kedudukan yang baik dalam masyarakat, berkecukupan, namun memiliki sikap yang cenderung pesimis.  Menerima keadaan dan merasa tidak dapat membuat perubahan apapun karena terasa begitu sulitnya.
Ada juga orang yang tidak memiliki pendidikan terlalu tinggi, memiliki status biasa saja di masyarakat dan secara material tidak berlebihan, namun sikap hidupnya sungguh luar biasa.  Apapun terasa mudah diubah, pasti bisa dicarikan jalan keluarnya.  Sungguh orang-orang positif yang memiliki sikap hidup layak untuk dijadikan contoh dan sahabat.

Salah satu sahabatku adalah Joice, wanita paling positif dan energic yang pernah aku kenal.  Dengan karakter riang, terus terang dan ceplas ceplos apa adanya, Joice cocok untuk menjadi sahabatku dan tempat membicarakan uneg-uneg.  Prinsip hidupnya "Tidak ada yang tidak mungkin, Tuhan pasti akan menolong."  Kebiasaannya untuk membawa setiap persoalan, setiap doa dan harapan kepada Tuhan, juga membuatku nyaman, karena itu berarti kami dijauhkan dari dosa mempertuhankan ilah ilah lain.
Bicara dengan Joice, seringkali seperti berbicara kepada cermin.  Banyak hal yang kami sepakati bersama.  Jarang kami bertentangan, kalaupun terjadi perbedaan pendapat, argumentasi dengan alasannya akan menjadi sudut pandang lain bagi kami berdua.
Bersama Joice, semua terasa mungkin, semua terasa mudah dan semua ada jalan keluarnya.  Kebiasaanya untuk berdoa dan bergerak secepat mungkin, juga membuatnya terlihat awet muda, padahal Joice adalah wanita yang sudah mencapai angka 60 tahun.
Melihatnya membuatku juga merasa mampu mencapai usia tinggi dengan aktivitas tinggi.

Memilih kenalan dan rekan di dunia maya aku juga memiliki prinsip yang sama.  Berteman itu harus membawa kebaikan dan menambah wawasan.  Penting untuk memilih teman-teman dunia maya, hanya supaya pikiranku tetap bagus, tetap up date, banyak ilmu dan wawasan baru.  Untuk orang-orang yang hanya menimbulkan kegelisahan batin dan kerusakan pikiran lebih baik diblok saja, bukan hanya ditolak menjadi teman tetapi juga dihalangi untuk bisa melihatku di dunia maya.
Dengan banyaknya berita-berita kegelapan dunia yang semakin tua, pertentangan di sana sini, kejahatan yang semakin masif, berteman dengan orang-orang positif, sangat membantu untuk kita memelihara harapan akan dunia yang lebih baik, menjaga kewarasan jiwa.

Dunia ini kita datangi dan nikmati dengan begitu indah dan menyenangkan, lalu mengapa kita wariskan dengan porak poranda kepada anak cucu kita.  Bergaul dengan orang -orang positif baik di dunia nyata maupun di dunia maya, adalah cara yang bisa kita lakukan untuk membantu memelihara diri kita dan menjaga dunia ini tetap menjadi surga yang dijanjikan Allah Bapa.

Read More
Be the first to comment!

Selalu Ada Pertama Kali

Widya | Friday, August 05, 2016 |
Bulan Agustus, 2016

Hampir 8 tahun kami menjadi keluarga homeschooler.  Anak-anak tidak lagi belajar di sekolah formal.  Dampaknya adalah, kami menjadi keluarga satu paket, yang selalu bersama kemanapun kami pergi, atau mengikuti ke tempat penugasan mas Agung sebagai kepala keluarga kami.  Sungguh sebuah hal yang amat menyenangkan.  Kami tidak pernah pusing dan bingung dengan urusan keluar masuk dan pendaftaran sekolah, kami juga tidak galau dengan perpisahan karena harus tinggal berjauhan.  Hubungan kami sangat dekat.  Sampai di usia remaja bahkan menjelang 20 th, anak-anak tidak pernah keberatan untuk menghabiskan malam minggu atau hari libur bersama kami.

Bulan ini, mas Agung mendapat promosi kenaikan pangkat menjadi Laksmana Pertama dan mengemban jabatan baru di Surabaya.  Sungguh kabar menggembirakan dan membanggakan, terutama bagi keluarga besar kami.  Kabar gembira yang menjadi pelipur lara untuk ibu mertuaku.  Mas Agung pantas mendapatkan promosi ini, karena syarat-syaratnya sudah terpenuhi sejak 2014.

Beberapa hari setelah kabar gembira untuk mas Agung, Jumat pagi tgl 5 Agustus kami juga menerima kabar baik untuk Tista.  Si bungsuku ini diterima di jurusan Pastry, di Akademi Pariwisata Bandung yang dulu bernama NHI.  Bandung......
Bungsuku ini orang yang halus, memerlukan dorongan lebih banyak untuk menimbulkan percaya diri bahwa apa yang dia lakukan sudah baik.  Setelah kecewa 2x karena tidak diterima STP Bandung, ini adalah permintaannya untuk mencoba sekali lagi di tahun 2016.  Dan ternyata lulus.

Di tengah-tengah kabar bahagia dan menyenangkan ini, terselip kebimbangan dan kebingungan.  Ini pertama kali dalam hidup berkeluarga kami, kami harus tinggal terpisah-pisah di 3 kota yang berbeda.  Sulungku tetap tinggal di Jakarta, karena dia masih harus menyelesaikan pemdidikannya di LSPR.  Tidak tanggung-tanggung pengalaman pertama kali kami, langsung 3 kota berbeda....
Mungkin ini ujian dari Tuhan, dimana masing-masing anggota keluarga harus mampu mandiri, mampu di percaya dan menjaga kepercayaan.
Mungkin juga ini latihan awal, sebagai persiapan batin kami masing-masing, sebelum anak-anak mengepakkan sayap untuk terbang lebih jauh dan lebih tinggi.

Kiranya Tuhan akan membantu kami masing-masing dalam menjalankan proses melangkah ke tahap baru keluarga kami.

Mommy  and dad loves you girls.....
It is the time to challenge our family foundation, and I believe we can do it
If we can pass it with flying mark, then we all ready to conquer the world.
Be good, be honest, be true, be God's children then we will safe
Read More
Be the first to comment!

School Break

Widya | Friday, July 29, 2016 |
Tahun ini anak keduaku menyelesaikan pendidikan SMA di usia 16 tahun.  Sesuai minat dan bakatnya, Tista akan meneruskan ke sekolah culinary entah ambil pastry atau kitchen.   Sebenarnya kalau mengikuti keinginan, maunya meneruskan ke Cordon Bleu di Malaysia atau Australia, sebagai sekolah masak tertua di dunia.  Namun mengingat usianya yang masih muda dan kurangnya bekal di bidang masak memasak, kami harus menundanya.  Pilhannya jatuh ke Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung.  Sekolah perhotelan ini berbeda dengan sekolah perhotelan lain seperti Trisakti, Sahid atau UPH dan banyak Universitas lain yang memiliki jurusan Hospitality, dimana semua bidang perhotelan dipelajari sekaligus, dan pendidikan diselesaikan dalam waktu 4 tahunm dengan titik berat lebih kepada management.  Sekolah perhotelan STPB ini berbeda, sekolah ini memiliki jurusan pastry dan kitchen berbeda, sehingga lebih spesialisasi lagi.

Tista ikut tes masuk di STPB ini sebanyak 2 kali, ikut di dua gelombang, dan kedua-duanya gagal.  Tes masuk meliputi tes Bahasa Inggris tertulis, tes Kesehatan, tes Psikologi dan tes Interview.  Tes interview Tista melaluinya dengan sukses, dilakukan dengan wawancara dalam bahasa Inggris secara penuh.  Dosen yang mewawancarainya memberikan nilai tertinggi, bahkan meminta Tista untuk memberikan sedikit saran mengapa bisa berbahasa Inggris itu penting dan merekamnya sebagai video.  Tes Bahasa Inggris tertulis juga kemungkinan gagal kecil, karena di EF Tista berada di kelas tertinggi.  Kemungkinan kegagalan ada di tes Psikologi, mengingat usianya yang masih muda dibandingkan teman-teman lain dan beban sekolah di STPB yang tidak ringan.

Sejak pengumuman gelombang kedua keluar, aku berusaha memberikan pengertian kepada Tista, bahwa hidup tidaklah selalu seperti teori yang juga tidak selalu benar. Sekolah secara berkelanjutan.  Di banyak negara maju, murid-murid SMA tidak selalu langsung meneruskan ke perguruan tinggi.  Kebetulan pada tahun ini, putri presiden Amerika, Malia Obama juga menyelesaikan pendidikan di SMAnya dan tidak langsung melanjutkan ke perguruan tinggi.  Malia berhenti setahun, sebelum meneruskan pendidikannya ke Harvard.  Apa yang Malia lakukan, aku sampaikan ke Tista.  Tista memiliki banyak pilihan yang bisa dikerjakan dalam setahun ini.  Dia mendapatkan tawaran untuk bekerjasama dengan KOKIKU.TV, membangun blog memasaknya, dan mengambil banyak kursus masak dan kue dalam rangka memperbanyak pengetahuannya di bidang masak memasak.
Dia setuju, namun mau mencoba sekali lagi untuk daftar ke NHI swasta, Akademi Pariwisata.  Aku mengabulkannya, namun kalau ini juga tidak berhasil, dia sudah bisa menerima dengan berbagai pilihan kegiatan yang sudah dipersiapkan.

"School-break"....sudah pernah kami lalui dengan putri sulung kami Dea.  Dea bahkan mengambil school-break 2 tahun.  Tahun pertama diisi dengan kegiatan bermusik dan fotografi, tahun kedua dia kerja sebagai bagger di Amerika.  Dan sekarang di kampusnya Dea termasuk mahasiswa yang bersinar, terpilih menjadi 10 besar mahasiswa terbaik di dua angkatan.  Kalau Tista melakukannya, maka ini akan menjadi yang kedua bagi keluarga kami, sama seperti pilihan belajar dengan cara home-schooling yang kami lakukan bertahun lalu, urusan pendidikan anak-anak kami tidak sama dengan kebanyakan keluarga dalam keluarga besar kami. Kali inipun, aku dan Tista akan bahu membahu untuk membuktikan bahwa tidak langsung meneruskan pendidikan ke perguruan tinggi bukanlah kiamat dan banyak yang bisa dilakukan untuk persiapan menghadapi kehidupan yang sesungguhnya.

let's do it together my princess..... I believe in you, your shinning future is already in the corner.

Kalau Tista berhasil masuk di Akademi Pariwisata NHI, maka tidak ada school-break.....but we are ready for any option.

Read More
Be the first to comment!

Camping di Tanakita Camping Ground

Widya | Wednesday, July 20, 2016 | |
Tanakita camping ground berada di kawasan taman nasional Gede Pangrango.  Kalau kita dari Jakarta  ke Sukabumi melalui Ciawi, terus saja ikuti jalan utama ke Sukabumi.  Melewati kawasan berikat pabrik-pabrik, pasar-pasar tradisional, kawasan wisata Lido, Sekolah Polisi Negara Lido hingga menemui Polres Cisaat.  Sebelum Polres Cisaat itu belok kiri, melewati Pusat Pelatihan Icuk Sugiarto, pebulu tangkis nasional. Terus menanjak hingga masuk gapura Kawasan Taman Nasional Gede Pangrango.

Awal mengajak papa dan mama yang sudah berusia cukup lanjut, ada keraguan, karena biasanya daerah camping ini menanjak untuk sampai lokasi tenda.  Tapi ketika kendaraan kami bisa parkir di sisi area tenda, semua kekhawatiran sirna. Kami datang cukup pagi, karena kami berangkat jam 0500 pagi dari Ciangsana Cibubur, sehingga kurang lebih jam 0900 kami sudah tiba lebih dulu di Tanakita. Cepat-cepat kukirim pesan pendek ke mama, mengabarkan kemudahan dan kenyamanan yang bisa dinikmati orang-orang usia lanjut.  Mobil hanya parkir sementara di sisi area kemah, untuk menurunkan orang dan barang saja, nanti mobil akan diparkirkan oleh petugas ke tempat parkir yang sudah tersedia.
Satu lagi kemudahan, kalau tidak ingin mengalami macet di sepanjang jalan ke Sukabumi, bisa naik taksi dari Jakarta ke Stasiun Bogor, dan naik kereta ke Cisaat. Nanti dijemput oleh angkot yang sudah kita koordinasikan dengan pengelola Camping Ground sebelumnya.  Cukup membayar 100rb rupiah untuk satu angkot.

Camping di Tanakita, tidak perlu membawa logistik sendiri, kopi dan teh tersedia 24 jam, self service.  Makan pagi, siang dan malam plus 3 kali snack sudah disediakan.  Termasuk acara api unggun dengan jagung bakar dan wedang ronde.  Pokoknya gak sempat kelaparan.  Tapi kalau takut tidak bisa makan atau punya makanan kesenangan sendiri, bisa bawa dan masak sendiri.  Dapurnya boleh dipinjam.  Yang paling menarik makan pagi, selain nasi dan kelengkapannya, disiapkan bahan pan cake dengan kompor buatan sendiri.  Bisa membuat pancake sendiri, tentu saja anak-anak yang plaing senang.  Mereka bisa pura-pura sedang berjualan pancake dengan melayani pesanan anggota keluarga.

Kami memilih 4 tenda di pojok, 2 menghadap Selatan, 2 menghadap Barat, sehingga masih ada wilayah kosong di pojok area kami, untuk nanti kegiatan memasak dengan kompor percobaan papanya Alda.  Untuk setiap rombongan disediakan satu tour guide yang akan mengantar kami kemana kami mau dan menawarkan kegiatan apa saja yang bisa kami lakukan.  Tour guide kami bernama Asep, sopan dan komunikatif serta ringan tangan.
Tenda yang disediakan bisa muat untuk 3 matras tidur, dan disiapkan juga sleeping bag yang wangi dan bersih supaya tidak kedinginan di malam hari.

Setelah beres-beres tenda, kami berjalan ke danau Situgunung yang berjarak 700meter dari area tenda.  Saat berangkat sih enak, jalannya datar dan menurun.  Tapi ketika pulang, lumayan berat di tanjakan untukku yang sedang flu, nafas satu-satu.......aigoooo
Danau Situgunung indah, karena kami camping di bulan puasa, maka danau sepi. Tapi dengan sepinya itu danau jadi menarik, memberikan ketenangan. Kami banyak mengambil gambar di sini.  Papa dan mama kuat lho berjalan pulang pergi.  Tapi kalau tidak kuat ada jasa ojek.  Aku tidak berani pakai jasa ojek, karena jalannya berbatu, takut tergelincir.  Jalan kaki saja sekalian olahraga.

Dari danau itu kami kembali ke tenda dan charter angkot ke sungai. Sungainya bersih dan ada area tenda di pinggirnya. Area ini lebih sepi, karena hanya berisi sekitar 6 tenda saja.  Air sungai yang dingin tidak menyurutkan keinginan mas Agung untuk berenang di sungai.  Disediakan teh panas dan singkong goreng.....uuuuh enaknya dingin-dingin minum teh panas dan singkong goreng.  Lokasi ini juga lokasi terakhir kalau kita mau ikut tubbing.  Namun kami tidak ikut tubbing karena Dea mau ujian, Alda mau balet.  Tubbing di sini berbeda dengan tubbing di Gua Pindul Yogyakarta yang berair tenang.  Tubbing di Cisaat ini, setiap orang memakai ban sendiri dan meluncur sendiri-sendiri mengikuti arus sungai, meliuk di bebatuan.  Tentu saja alat keselamatannya lengkap, mulai dari pelindung kepala, lutut dan lengan plus pelampung.

Kembali ke tenda, anak-anak dan Albert uji coba kompor buatan yang sudah melalui 9x percobaan pembuatan.  Buat indomie.  Kompor berhasil, namun harus dipikirkan lagi penghalang angin, supaya apinya tidak mati.  Dan jawabannya ketemu saat makan pagi membuat pancake keesokan harinya. Albert sudah memotret kompor buatan Tanakita untuk dicontoh.  Kita pakai di camping berikutnya ya Bet.....

Makan malam dengan menu super banyak......rasanya juga enak. Oh iya snack sore itu Combro dan Pisang Goreng.....kesenangan mas Agung.  Saat makan malam, diiringi musik gitar dan penyanyi yang ternyata para petugas di situ.  Rupanya setiap petugas harus memiliki banyak kemampuan selain menjadi guide, juga bisa memasak, menyanyi, mengemudikan kendaraan.  Selesai makan, karena keluargaku suka musik semua, maka bergabunglah memeriahkan suasana sampai tengah malam.  Sempat terpotong sebentar untuk jalan-jalan melihat kunang-kunang.
Von Trapp dari Bulak Rantai.......senang rasanya melihat Dea, Tista, Alda, Ledy, Albert n mas Agung menyanyi bareng-bareng.

Kesempatan berkumpul dengan keluarga besar sungguh mahal dan berarti.  Mengingat papa dan mama yang sudah berusia diatas 70 tahun, tapi masih sehat, bisa jalan-jalan bersama dan melihat papa mama tersenyum senang, sungguh kemewahan.  Di antara kesibukan yang membuat kami jarang bisa bertemu, menginap semalam bersama sungguh istimewa.  Semoga Tuhan masih memberikan kesempatan kepada keluargaku untuk bisa berlibur bersama-sama lagi.
Syukur kepada Tuhan, saat papa mama masih sehat, anak-anak kami juga sudah dewasa untuk bisa mengingat peristiwa-peristiwa yang menyenangkan bersama eyangnya.
Read More
Be the first to comment!

Translate

Button

Warna Warni Perjalanan